× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Akan Dihadiri Ratusan Massa, Aksi Tolak Tambang Tagih Janji Lembaga DPRK Aceh Tengah

Akan Dihadiri Ratusan Massa, Aksi Tolak Tambang Tagih Janji Lembaga DPRK Aceh Tengah

SHARE
Akan Dihadiri Ratusan Massa, Aksi Tolak Tambang Tagih Janji Lembaga DPRK Aceh Tengah

Koodinator lapangan (korlap) Aksi Tolak Tambang Gayo, Nur Anissa.

TAKENGON - Aksi unjuk rasa oleh Masyarakat Tolak Tambang Gayo yang akan digelar pada 16 September 2019 mendatang untuk menagih janji Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah. Aksi ini akan dihadiri ratusan masa di Gedung DPRK setempat.

Koodinator lapangan (korlap) Aksi Tolak Tambang Gayo, Nur Anissa mengatakan, massa tolak tambang emas di gunung Abong Linge oleh PT. Linge Mineral Resources (PT. LMR) akan di hadiri ratusan massa dari berbagai elemen sivil masyarakat.

"Aksi ini merupakan menagih janji tuntutan tolak tambang terhadap Lembaga DPRK Aceh Tengah pada hari Jum'at dua pekan yang lalu," kata Anissa.

Annisa menyebutkan, sesuai dengan kesepakatan antara pimpinan DPRK sementara dan massa aksi waktu itu, pihaknya kan menuntut kembali dengan datang menyerbu gedung DPRK Aceh Tengah menagih janji tuntutan penolakan tambang di Linge oleh Lembaga DPRK Aceh Tengah serta menyurati Gubernur Aceh untuk melanjutkan moratorium tambang.

"Kami akan aksi untuk menyuarakan penolakan tambang oleh PT.LMR di linge, supaya penolakan ini menjadi tugas mereka (DPRK) dan disampaikan kepada Gubernur Aceh untuk melanjutkan moratorium," ujarnya.

Disamping itu, Anissa menyampaikan, sektor pertambangan resmi berskala besar berdampak serius terhadap kaum perempuan, sumber daya alam yang biasanya digunakan untuk kebutuhan hidup, dieusak dan diabaikan oleh perusahaan.

Nissa menyoroti, lemahnya pemenuhan hak kaum perempuan di wilayah tambang. Sebab, menurutnya, kaum perempuanlah yang paling banyak menerima dampak negatif dari eksploitasi tambang, baik dari sisi sosial dan ekonomi.

"Kehadiran pertambangan besar mengancam kehidupan dan mata pencaharian penduduk setempat, seperti berkebun, bersawah, berternak dan kehilangan sumber daya hutan, seperti rotan, madu, bambu, rusa, menangkap ikan, kebutuhan air bersih yang selama ini menghidupi kami," tutup Nissa. (r/cr)

VIDEO

BERITA DAERAH

img-20190916-wa0149.jpg

Mahasiswa Papua di Pringsewu : Kami Nyaman Disini, Warganya Ramah-Ramah

Pringsewu - Kapolsek Pringsewu Kota Polres Tanggamus Kompol Basuki Ismanto, SH. MH melaksanakan silaturahmi keamanan dan...