× Redaksi Pedoman Media Siber
Beranda politik Dituding Kinerja Pansus Berbau Politis, Dikecam Ketua DPD PAN Simeulue

Dituding Kinerja Pansus Berbau Politis, Dikecam Ketua DPD PAN Simeulue

SHARE
Dituding Kinerja Pansus Berbau Politis, Dikecam Ketua DPD PAN Simeulue

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Simeulue, H. Mawardi R, S.IP. (Ist)

SIMEULUE - Pasca viralnya video mesum yang diduga melibatkan Bupati Simeulue, Erli Hasim, menuai kecaman dari semua pihak. Kecaman tersebut berasal dari warga Simeulue, tokoh politik, tokoh agama, Ormas dan elemen-elemen masyarakat yang di sampaikan secara langsung maupun melalui media-media sosial, salah satunya adalah Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Simeulue, H. Mawardi R, S.IP.

Sebelumnya, pengusaha Simeulue ini pernah ikut dan terlibat langsung dalam aksi demonstrasi masyarakat Simeulue yang tergabung dalam aliansi Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (Gempar) pada tanggal 29 Juli 2019 lalu, bahkan menjadi salah satu orator dari sederet orator-orator aksi waktu itu.

Dikatakannya, aksi demonstrasi yang dilakukan Gempar di depan gedung DPRK kala itu sebagai wujud kepedulian terhadap daerah Simeulue dalam rangka menegakkan "Amar Ma'ruf Nahi Munkar", membela marwah, harkat dan martabat daerah yang telah dicoreng Erli Hasim karena perbuatan amoralnya.

"Saya mohon kepada DPRK Simeulue tegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, jangan biarkan daerah kita dipimpin oleh orang yang berbuat maksiat, saya anggap DPRK Simeulue bukan hanya wakil rakyat, tapi bagi saya DPRK sebagai wakil Tuhan dalam menegakkan kebenaran" harapnya sambil menetesakan air mata dalam orasinya di hadapan 15 anggota DPRK yang menyambut para pendemo masa itu.

Setelah mengetahui beredarnya video mesum yang diduga dilakukan oleh sang Bupati dengan seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya, ditambah lagi pengakuan Erli di beberapa media bahwa itu benar videonya, baginya seolah tidak percaya bahkan dia sedang bermimpi, namun apa hendak dikata, dalam video berdurasi 1 menit 38 detik tersebut tampak jelas dilakukan oleh Erli Hasim sedang bercumbu mesra dengan seorang perempuan.

"pertama kali saya tonton video itu, menggil tulang saya, seakan tak percaya dilakukan oleh seorang Bupati yang merupakan imam, panutan dan tauladan masyarakat Simeulue," ungkap Politikus PAN ini.

Katanya, andai kata Gempar tidak melakukan aksi unjuk rasa untuk mendesak DPRK Simeulue memakzulkan Erli Hasim, maka dia sendiri akan didepan untuk melakukan aksi demonstasi mendesak DPRK, karena baginya, perbuatan Erli dalam video itu sudah tidak pantas. "Ini perbuatan tidak pantas, tidak bisa dibiarkan, karena efek dari video itu telah tersebar kepada hampir seluruh lapisan masyarakat terutama anak-anak," tandasnya.

Seperti kita ketahui, Berdasarkan laporan investigasi Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk DPRK Simeulue didasari beredarnya video viral, desakan Gempar, pernyataan MPU dan kliping berita, akhirnya DPRK menyetujui pemakzulan (impeachment) Bupati Simeulue melalui sidang paripurna tanggal 1 Agustus 2019.

Menurutnya, Pansus DPRK Simeulue telah bekerja profesional dan optimal, sehingga ia sangat mengormati dan menghargai kinerja Pansus. Jika ada yang mengatakan ada nuasa politis dalam pekerjaan Pansus, ia membantah hal itu.

Sebagaimana dilansir media cakradunia.co, praktisi hukum yang juga dosen UTU, Yunus Bidin yang menuding kinerja Pansus DPRK Simeulue kental bermuatan politis, disahuti Mawardi, katanya, Yunus Bidin belum paham apa yang terjadi pasca beredarnya video mesum di Simeulue.

"Dia tidak tau di Simeulue, bayangkan anak-anak aja ada yang sudah menonton, pantaskah perbuatan tersebut dilakukan oleh seorang Bupati?, masihkah kita maafkan?," tanya Mawardi sambil merasa kecewa kepada sang Bupati yang diungkapkannya kepada awak media, Senin (5/8/2019) malam.

Dijelaskannya, ia tidak melihat siapa perempuan dalam video itu, apakah istri shanya atau bukan, tapi perbuatannya tidak pantas, karena dia adalah seorang Bupati, bukan orang sembarangan.

"Apa yang kurang, video sudah ada, pengakuan Bupati juga sudah, peryataan MPU sudah, jadi Pansus sudah benar dan langkah mereka sudah profesional sesuai regulasi yang ada," lanjutnya didampingi Asrianto yang juga politisi dari PAN.

Tidak hanya itu, dikatakannya, ia mendorong DPRK Simeulue untuk melaporkan Erli Hasim kepada penegak hukum, agar semuanya juga jelas dan tidak ada yang beropini yang tidak jelas.

"Selain itu, sesuai pernyataan Bupati akan menuntut Pansus DPRK Simeulue dan penyebar videonya Rp 100 miliar serta akan melaporkan ke penegak hukum, silahkan!, agar semua jelas juga, sehingga tidak ada yang menuding DPRK lagi," tandasnya.(Kir)

VIDEO

BERITA DAERAH

img-20190819-wa0014.jpg

Kodim 0735/Surakarta Gelar Latihan Katpuan Apkowil 2019, Ini Tujuannya

Surakarta - Dalam rangka memelihara dan meningkatkan penguasaan wilayah serta profesionalisme prajurit guna menunjang pelaksanaan...