× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah 100 Persen Desa di Aceh Teraliri Listrik, Wiluyo Kusdwiharto : Ini Pertama di Sumatera

100 Persen Desa di Aceh Teraliri Listrik, Wiluyo Kusdwiharto : Ini Pertama di Sumatera

SHARE
100 Persen Desa di Aceh Teraliri Listrik, Wiluyo Kusdwiharto : Ini Pertama di Sumatera

Peresmian 100 persen Listrik Desa, di Aula PT PLN Wilayah Aceh, Kamis (23/01/2020). (Ist)

BANDA ACEH - Direktur Bisnis PT. PLN Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan, bahwa cakupan 100 persen desa di Aceh teraliri listrik, ini adalah yang pertama di Sumatera. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada Peresmian 100 persen Listrik Desa, di Aula PT PLN Wilayah Aceh, Kamis (23/01/2020).

"Saat ini, PLN terus membangun pembangkit listrik di sejumlah wilayah di Aceh, di antaranya di Arun dan Nagan Raya," kata Wiluyo.

Ia melanjutkan, Aceh adalah daerah tingkat provinsi pertama di Sumatera yang seluruh desanya telah dialiri listrik.

"Insya Allah, di tahun 2022 kita sudah surplus," ujarnya

Bahkan, Wiluyo menambahkan, jika beberapa pembangkit yang sedang dierjakan tersebut rampung, maka 4 tahun setelahnya Aceh sudah memiliki 1.160 MW. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengharapkan dukungan Pemerintah Aceh dan seluruh elemen di Aceh agar program tersebut segera selesai.

Wiluyo menambahkan, saat ini PLN juga sedang membangun jaringan dari Pangkalan Susu ke Arun, dari Arun ke Sigli dan dari Sigli ke Banda Aceh. Jika pembangunan tersebut selesai, maka kendala jaringan yang selama ini terjadi dapat diminimalisir.

“Saat ini PLN mengerjakan sejumlah proyek kelistrikan di Aceh, dengan nilai investasi mencapai Rp19,4 triliun. Insya Allah, ke depannya pelayanan kelistrikan di Aceh akan jauh lebih baik. Jadi, Pak Gubernur bisa terus mengundang investor. Pak Nova fokus ke bisnisnya, biar kami yang fokus ke penyediaan listriknya,”tambah Wiluyo.

Menanggapi hal tersebut, Plt Gubernur berjanji akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota agar memberi dukungan apapun yang diperlukan oleh PLN, untuk mewujudkan cakupan 100 persen Listrik Rumah Tangga di tahun 2022.  

Di sisi lain Plt Gubernur juga mengingatkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi Aceh jika seluruh jaringan PLN selesai dan kebutuhan energi Aceh tercukupi, yaitu efisiensi.

“Saat jaringan selesai, kita akan dihadapkan pada tantangan baru, yaitu menggunakan listrik secara efektif dan efisien. Sehingga energi dapat dimanfaatkan debgan bijak,” sambung Nova.

“Pemerintah Aceh bersama pemkab dan pemko se-Aceh harus menjadi sebuah tim yang kompak dan solid. Tak ada orang atau pemerintahan yang bisa menyelenggarakan pembangunan seorang diri. Tidak ada superman, tapi semua elemen harus bersatu menjadi supertim yang solid, agar pembangunan berjalan sukses,” kata Nova.

Diakhir saambutannya, Plt Gubernur kembali menegaskan, bahwa Pemerintah Aceh sangat terbuka dengan kritik. Nova bahkan menganalogikan kritik sebagai sebuah motivasi dan suplemen agar Pemerintahan berjalan tetap pada jalurnya.

“Pemerintah Aceh tidak anti kritik karena kritik adalah suplemen yang akan memotivasi aparatur untuk bekerja lebih baik lagi. Namun kebencian yang bermuara pada fitnah, bullying, hoax dan freaknews, adalah hal yang berbeda, dan tidak akan mengubah apapun,” ujar Nova berpesan.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Gubernur juga sempat melakukan video conference dengan Bupati Aceh Singkil Dulmusrid.

Dalam pemaparannya, Dulmusrid menjelaskan, saat ini aliran listrik sudah dimanfaatkan warga untuk mendukung usaha pertukangan dan usaha kecil seperti membuat es batu. (r)

VIDEO