× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Abdul Hamid Minta Pemerintah Aceh Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan

Abdul Hamid Minta Pemerintah Aceh Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan

SHARE
Abdul Hamid Minta Pemerintah Aceh Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan

Ketua SPMA FP UNIMAL, Abdul Hamid Minta Pemerintah Aceh Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan. (Ist)

ACEH UTARA - Ketua Sekolah Pemimpin Muda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (SPMA FP UNIMAL), Abdul Hamid meminta Pemerintah Aceh kendalikan harga daging dan kebutuhan pokok menjelang bulan ramadhan dan memberikan kenyamanan untuk masyarakat di tengah menghadapi Covid-19 (25/03/2020).

“Pemerintah Provinsi Aceh Telah Mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Aceh tentang ‘Cegah Virus Corona Melalui Ibadah, Perilaku Hidup Sehat dan Bersih’ bernomor: 444/4820 ditandatangani pada 12 Maret 2020, oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah,” kata Abdul Hamid , Sosok Muda Aceh Utara ini.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang di tunggu-tunggu oleh masyarakat Aceh dan sebelum memasuki bulan Ramadhan, masyarakat Aceh akan berhadapan dengan tradisi hari meugang dan di hari tradisi tersebut, banyak oknum yang mengambil manfaat untuk menaikkan harga daging dan kebutuhan pokok, oleh sebab itu pemerintah, sebelum itu terjadi agar mengawasi semua demi kenyamanan masyarakat Aceh.

Ketua SPMA FP Unimal juga merespon keluh kesah masyarakat Aceh, terkait harga gula Naik drastis hingga Rp 25.000 sebelumnya harga gula di Aceh seharga Rp.16.000.

“Oleh sebab itu kami meminta kepada Pemerintah Aceh untuk mencari solusi terkait kenaikkan harga gula di Aceh, disebabkan gula merupakan kebutuhan yang sangat dibutuhkan masyarakat Aceh di bulan Ramadhan," harapnya.

Ketua SPMA FP Unimal Abdul Hamid yang juga pernah Menjadi Ketua BEM-FP Unimal Periode 2018-2019, meminta Pemerintah Aceh untuk meninjau sejumlah pasar daging dan pasar kebutuhan pokok untuk mewaspadai kenaikkan harga sebelum Ramadhan.

“Dan jika ini semua tidak bisa diawasi maka Pemerintah Aceh gagal dalam membawakan Masyarakat Aceh sebagaimana tercantum dalam visi dan misi Aceh Hebat,” tutupnya. (Ah/her)

VIDEO