Akibat Tanpa Perencanaan dan Terlalu Dipaksakan, Galian Tambatan Perahu Tak Layak Pakai

  • Admin
  • 01 November 2020 - 12:00 WIB
Akibat Tanpa Perencanaan dan Terlalu Dipaksakan, Galian Tambatan Perahu Tak Layak Pakai
Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Simeulue, Sarwadi . (Ist)

SIMEULUE - Galian tambatan perahu di bibir pantai laut ada baiknya dan ada buruknya juga, mengapa demikian yang sudah di bangun kebanyakan tidak layak pakai, diakibat perencanaan yang tidak matang membuat galian tambatan perehu tersebut hancur-hancuran yang ada di Kabupaten Simeulue. 


Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Simeulue, Sarwadi mengatakan, melihat kebanyakan galian tambatan perahu sudah mulai rusak parah akibat di hantam ombak dan batu pemecah ombak bisa dikatakan masih kurang. Anggaran Dana Desa (ADD) sangat menguntung masyaraka di Desa apalagi aparat Desa, jikalau benar cara pengololaannya, terutama di Kabupaten Simeulue.

"Namun yang sangat kita sayangkan pengelola Dana Desa tersebut kurang dimamfaatkan sebaik mungkin, maka timbul kensenjangan sosial di kalangan masyarakat itu sendiri," kata Sarwadi, Minggu (01/11/2020).

Ia menambahkan, tambatan perahu yang di bangun diseluruh desa yang ada di Kabupaten Simeulue menggunakan dana Desa hampir semua tidak layak pakai.

"Tambatan perahu yang dibangun di bibir pantai tidak layak pakai yang saat ini sudah menghabiskan anggaran begitu bayak," pungkasnya.

Sarwadi mengharapkan, janganlah disia-siakan dana desa yang begitu besar dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya, seperti tambatan perahu ini kebanyakan tidak layak pakai, sangat disayangkan anggaran begitu banyak namun tidak bisa dimanfaatkan.

"Kita mengharapkan gunakan anggaran dana desa itu dengan sebaik-baiknya, bukan dibuang dan ditelan laut begitu saja anggaran dana desa itu," harapnya. (H)

Berita Terkait