Aktivis Aceh Selatan Desak Bupati Segera Ambil Fungsi Dinas Kesehatan

  • Redaksi
  • 01 Agustus 2020 - 12:50 WIB
Aktivis Aceh Selatan Desak Bupati Segera Ambil Fungsi Dinas Kesehatan
Aktivis Aceh Selatan, Rian Tomingse.

TAPAKTUAN - Menyikapi situasi meningkatnya kasus positif Covid-19 di kabupaten Aceh Selatan, Aktivis Aceh Selatan, Rian Tomingse mendesak Bupati segera mengambil alih fungsi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten setempat.

"Berhubung pelaksana tugas (plt) kepala Dinkes beserta pejabat dinkes termasuk dalam kontak erat dengan salah satu pegawai yang positif Covid-19," kata Rian kepada PemburuNews, Sabtu (01/08/2020).

Ia menambahkan, karena fungsi dinkes dan pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti apalagi disaat situasi genting begini. Langkah demikian, lanjut Rian, wajib diambil segera mengingat fungsi tracking dan penanganan Covid-19 harus cepat dan terukur.

"Apabila tidak (mengambil alih fungsi Dinkes), akan bertambah parah dan tidak terkendali," ujarnya.

Menurutnya, menyangkut permintaan Plt. Kepala Dinkes terkait penutupan sementara dinkes dan puskesmas, Rian menegaskan, permintaan tersebut jangan dipenuhi, namun segera menempatkan pejabat baru agar bergerak cepat mengambil langkah strategis.

"Apalagi kasus di Meukek sudah sangat luas berinteraksi dengan masyarakat, dimana pasien positif Covid-19 tersebut melakukan aktivitas main bola, nongkrong diwarung kopi, sholat idul adha berjamaah dan bersalaman pada lebaran ini," sebut Rian.

Oleh sebab itu, Rian menyebutkan, ini saatnya Bupati wajib mengambil keputusan gerak cepat untuk menyelamatkan masyarakat Aceh Selatan sebelum semuanya akan terlambat.

"Saat ini kami juga menerima laporan, bahwa alat tes Swab dan Cool Box sebagai media untuk pengiriman sampel tidak mencukupi di rumah sakit dan puskesmas," sebutnya.

Hal itu, kata Rian, menunjukkan ketidaksiapan pejabat dinkes dalam mengantisipasi masalah pandemik, selain pemikiran isolasi mandiri yanh diarahkan bermakna beban resiko dipulangkan kepada masyarakat.

"Inilah hasilnya dimana orang yang sudah diambil swab dibiarkan isolasi mandiri tanpa pengawasan, sehingga akibat tidak ada pengawasan menjadi berbahaya bagi orang lain, kesalahan ini jangan terulang lagi, akibat masukan yang salah," tegas Rian.

Sebenarnya, lanjut Rian, tidak perlu terjadi, apabila yang dicurigai berpotensi, setelah pengambilan sample swab, pasien harus dikarantina dan difasilitas yang disediakan pemerintah, sembari menunggu hasil swab yang selama ini sebenarnya sudah sangat baik namun dibelokkan oleh pemikiran yang menurutnya salah.

"Karena masyarakat dijadikan bahan uji coba pertaruhan nyawa," cetus Rian.

Dirinya bersama masyarakat mendukung penuh agar Bupati Aceh Selatan segera mengambil langkah cepat dan tepat secara Darurat, terutama mereposisi pegawai/tenaga kesehatan di puskesmas atau Dinkes yang berhalangan disebabkan kontak erat dengan pasien positif Covid-19. (q/r)

Berita Terkait