Anggota DPRA dan PROJO Simeulue: Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana Siluman

  • Redaksi
  • 17 September 2020 - 17:50 WIB
Anggota DPRA dan PROJO Simeulue: Tuntaskan Dugaan Korupsi Dana Siluman
Kolase Foto, Ketua PROJO Simeulue, M. Yusuf Daud dan Anggota DPRA, Fuadri, S.Si., M.Si. (Doc. PemburuNews)

BANDA ACEH - Tekait maraknya dugaan kasus korupsi yang diduga melibatkan para pejabat di kabupaten Simeulue, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Fuadri, S.SI.,M.Si meminta kepada penegak hukum agar benar-benar serius menangani dan mengusut dugaan kasus tersebut hingga tuntas.

"Kami selalu di pertanyakan masyarakat saat berkunjung ke Simeulue dalam rangka kunjungan kerja DAPIL, selalu kami jawab masih dalam proses sampai saat ini," kata Fuadri melalui pers rilisnya yang diterima PemburuNews, Kamis (17/09/2020).

Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap, agar penegak hukum yang ada di Aceh khususnya di Simeulue benar-benar menjalankan amanah rakyat, apa lagi kata Fuadri, terkait dugaan tindak pidana korupsi yang sudah dilaporkan masyarakat atau LSM.

"Karna kasus dana siluman ini sudah lama, kurang lebih satu tahun," ujar wakil rakyat asal Aceh Barat ini.

"Jadi, harapan saya sebagai Wakil Rakyat Aceh, semoga penegak hukum di Aceh segera memproses dugaan kasus dana siluman senilai Rp 9,6 miliar yang bersumber dari APBK tahun 2017-2018, hanya itu harapan saya ke penegak hukum," pungkasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua DPC Pro Jokowi (PROJO) Kabupaten Simeulue, M. Yusuf Daud mengaku heran terhadap dugaan kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang diduga melibatkan para pejabat di kabupaten kepulauan itu.

Sebab, kata Yusuf, dugaan kasus Tipikor tersebut sudah begitu lama dilaporkan, namun lanjut dia, dalam dugaan kasus itu belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka yang akhirnya menimbulkan tanda tanya.

"Kami termasuk heran, apa karena terduganya seorang pemimpin di Simeulue, sehingga diduga kebal hukum," ujar pengusaha muda ini.

"Harusnya, penegak hukum itu tidak pilih bulu, siapapun orangnya harus diseret kerana hukum, seperti pepatah mengatakan hukum itu jangan tumpul keatas tajam kebawah," tutup pria yang pernah menempuh pendidikan di Australia dan Spanyol ini. (q)

Berita Terkait