Dewan Simeulue: APBK TA 2020 Tak Mungkin Disahkan Dalam Hitungan Jam

Dewan Simeulue: APBK TA 2020 Tak Mungkin Disahkan Dalam Hitungan Jam
Ilustrasi. (Ist)

SIMEULUE - Kekhawatiran sejumlah Anggota DPRK Simeulue terutama dari anggota Banggar terkait pengesahan APBK tahun 2020 tidak bisa disahkan sesuai aturan, mungkin akan terjadi. Pasalnya, hari ini Sabtu (30/11/2019) merupakan waktu akhir pengesahan RAPBK menjadi APBK, senilai lebih kurang Rp970 Miliar ABPK dari Empat Puluhan SKPK belum ada pembahasan dengan Banggar dan antar Komisi.

Demikian disampaikan Sekertaris PKS Simeulue, Irawan Rudiono yang juga anggota DPRK setempat saat dikonfirmasi Ketua PWI Simeulue, karena keterlambatan penyerahan KUA PPAS dari awal oleh Eksekutif Simeulue sehingga baru diparipurnakan dua hari lalu maka APBK Simeulue tahun 2020 menjadi kacau.

Bayangkan, katanya, setelah pembagian pagu usai Paripurna KUA PPAS, RKA saja baru tadi sekira jam 10:00 WIB diserahkan ke DPRK, “Lantas, apa mungkin pembahasan dengan jumlah dana sekitar Rp970 Miliar bisa kita rampungkan?,” kata Irawan deangan nada tanya.

Hal yang tidak mungkin, sambung Irawan, pembahahasan antara Komisi DPRK bersama empat puluhan SKPK kemudian pembahasan dengan Banggar DPRK hanya dalam waktu beberapa jam saja, "Hebat itu, apa kata dunia bila itu terjadi," cetus Irawan dengan nada tawa.

Lebih lanjut, Irawan menyampaikan, melihat situasi itu dia dan  beberapa rekan DPRK Simeulue lainnya sudah sepakat untuk tidak mau sebatas menjadi stempel pemuas syahwat  pimpinan Eksekutif Simeulue. "apalagi tidak sesuai koridor," jelasnya.

Ketua DPRK Simeulue, Irwan Suharmi didampingi oleh dua rekan separtainya dari Partai Bulan Bintang (PBB), Hamsipar dan Miranti , saat diwawancarai oleh Ketua PWI Simeulue dan sejumlah awak media enggan memberi penjelasan panjang.

"Baiknya tanya sama pak Sekwan saja," jawabnya pada ketua PWI Simeulue ketika ditanya pukul berapa, TAPK/Eksekutif Simeulue menyerahkan RKA ke Lembaga Dewan terhormat Simeulue dihari batas akhir waktu yang pengesahan APBK 2020, mestinya paling lambat, hari ini tanggal 30 November 2019.

Lebih lanjut Irwan Suharmi mengakui hingga dikonfirmasi ke ruangnya, pada siang menjelang sore bahwa belum ada melakukan pembahasan bersama RKA APBK Simeulue. "Baru tadi RKA nya sekitar pukul 10:00 WIB saya terima," jelas dia.

Didesak apakah meski waktunya hanya beberapa jam lagi tersisa untuk Paripurna pengesahan R APBK menjadi APBK Simeulue tahun 2020 akan tetap dilaksanakan meskipun pembahasan bagai kilatan "halilintar", "tipis kemungkinan memang," jelas Irwan Suharmi sembari menolak untuk di foto.

Dipihak lain dari sebuah sumber layak dipercaya di DPRK Simeulue hingga pukul 14:30 WIB, Sabtu (30/11/2019)  baru 11 dari sekitar 40 SKPK di Simeulue yang mengantar RKA. "Baru sebelas SKPK yang antar lainnya, belum diantar," terang sumber ini.

Sementara, Ketua PWI Simeulue, Rahmad mengungkapkan ada sebuah fakta buruk lagi bagi Simeulue untuk tahun 2020 tekuak oleh Kepala Dinas Perhubungan Simeulue, Kasirman. Pengakuan Kasirman kepada Ketua PWI Simuelue saat berbarengan makan siang di rumah makan Abang Ajo di Simeulue, bahwa sampai saat itu belum tahu kapan dimulainya pembahasan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) APBK Simeulue tahun 2020.

Kasirman awalnya saat ditanya ketua PWI Simeulue terlihat enggan memberi jawaban, bahkan dia sempat melimpahkan kepada salah seorang pegawai kontrak Sekwan, Rabuan yang ikut makan bersamanya waktu itu untuk menjawab. "Gimana Wan, ada pembahasan," ujar Radmad menirukan kata-kata Kasirman dengan mempraktekkan tolehan Kasirman kepada Rabuan.

Namun ketika hendak  meninggalkan Rumah Makan, Kasirman dengan nada bertamsil pada Ketua PWI menuturkan, "Kami ini apalah (red-bawahan), dipanggil datang dan disuruh pergi," jelas Rahmad.[R]

Berita Terkait