Diduga Korupsi Dana PAMSIMAS 1,2 M di Simeulue, Polisi Amankan Dua Pelaku

  • Admin
  • 15 September 2020 - 12:40 WIB
Diduga Korupsi Dana PAMSIMAS 1,2 M di Simeulue, Polisi Amankan Dua Pelaku
Kapolres Simeulue, AKBP Agung Suryo Prabowo SIK, Saat melakukan konferensi pers di Mapolres Simeulue, Senin (14/09/2020). (Doc. Pemburunews.co)

SIMEULUE - Satuan Reskrim Polres Simeulue melalui Tim Elang menangkap dua orang pelaku korupsi Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di Simeulue, yang diduga merugikan negara sebesar sekitar Rp 1.2 Miliar

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Suryo Prabowo SIK. mengatakan pelaku inisial DN (43) dan MFW (31) ditangkap berdasarkan laporan polisi nomor LP. /07/X/2019 tentang Pembangunan Sarana Penyediaan Air Minum Sanitasi Berbasis Masyarakat di Kabupaten Simeulue yang bersumber dari dana APBN atau APBK tahun anggaran 2017 dan APBN 2018.

"Pelaku DN dan MFW, sudah kita amankan, sementara saksi yang kita periksa sebanyak 71 orang," kata Kapolres melalui konferensi pres, di Mako Polres Simeulue, Senin (14/09/2020).

Kapolres menyebutkan, kronologis singkat tersangka atas DN bersama MFW selaku koordinator kegiatan Pamsimas Kabupaten Simeulue. Mereka terlibat secara langsung dalam pengadaan barang dan jasa pipa dan aksesoris ini tahun 2017 dan 2018 yang ada di 45 desa di Kabupaten Simeulue.

"Setelah dicek oleh Tim, ternyata pipa tidak sesuai Sepack dan Standar Nasional Indonesia (SNI)," ujar AKBP Agung.

Sementara, lanjut Kapolres, surat perjanjian kerja harus menggunakan SNI, setelah diselidiki mengakibat kerugian negara sebesar sekitar Rp 1,2 Miliar.

"Dari barang bukti yang didapatkan, satu unit laptop, printer, pipa dan sejumlah uang sebesar Rp 319.811.000," kata Kapolres.

AKBP Agung menjelaskan, atas perbuatan mereka, para pelaku dikenakan pasal 2 ayat 1 juncto pasal 3 juncto pasal 18 undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 perubahan tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KUHP pidana.

"Jadi pidana penjara ini paling singkat 4 tahun maksimalnya 20 tahun penjara, sedangkan untuk denda ini paling sedikitnya 200 juta dan paling banyaknya satu miliar," pungkasnya. (H)

Berita Terkait