× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda peristiwa Diduga Tak Senang Diberitakan, Bupati Simeulue Hina Wartawan

Diduga Tak Senang Diberitakan, Bupati Simeulue Hina Wartawan

SHARE
Diduga Tak Senang Diberitakan, Bupati Simeulue Hina Wartawan

Screenshot ujaran kebencian Erli Hasim dan screenshot contak whatsapp Erli Hasim

SIMEULUE - Sepenggal kata-kata pelecehan dan penghinaan terhadap Wartawan dan DPRK Simeulue terlontar di sebuah group whatsapp bernama "KEL. BESAR SAS" yang diduga ditulis oleh Bupati Simeulue, memancing reaksi panas di kalangan beberapa Wartawan di Pulau itu.

Salah seorang Wartawan dari harian Waspada mengatakan, screenshot yang penghinaan kepada Wartawan itu diperolehnya dari salah seorang penghuni group tersebut.

"Kelakuan merendahkan martabat profesi Jurnalis itu diduga dilakukan Bupati Simeulue pasca pemberitaan proyek fiktif senilai 12,8 miliar Rupiah di Batu Ragi - Simpang Patriot," sebut Rahmat, wartawan waspada kepada pemburunew.co melalui siaran persnya yang disampaikan lewat whatsappnya.

Kata Ketua PWI ini, ujaran kebencian yang dilakukan diduga Bupati Simeulue kepada Wartawan yang mulai tersiar dari mulut ke mulut melalui media sosial WhatsApp ini telah mematik tanggapan beragam dari sejumlah awak media di Simeulue dan luar Simeulue.

"Pasca beredarnya informasi ujaran kebencian terhadap wartawan-wartawan ini, Erli Hasi. tak dapat dijumpai, beberapa sumber menyebut telah berangkat keluar daerah," sambungya.

Kata Rahmat, beberapa Wartawan di Simeulue melalui media menghimbau kepada Bupati Simeulue agar memberikan tanggapan apakah benar hal itu atau tidak yang bersumber dari seorang anggota group WhatsApp Keluarga Besar SAS yang layak dipercaya.

"Saya dan bersama kawan-kawan wartawan lain, baik di Simeulue maupun di luar Simeulue akan melaporkan Bupati Simeulue ke pihak Penegak Hukum, jika ia tidak melakukan permohonan maaf kepada wartawan, hal ini sudah tidak bisa dipertimbangkan lagi," tegas Rahmat.

Adapun penghinaan Erli Hasim tersebut, sambung Ketua PWI Simeulue ini, yaitu: Yakhuk wartawannak wartawan dai termasuk anggota dprk betul2 dakhuk lagunokan mata kepala, proyek yambanak kan jubuteng ikharajokan aleng amabaan menunu mitem, mmg ruasni simpang batu ragi. Luar biaso yakhuk manusianak, u harapkan mifeani sado anggita SAS dade ana sabe meea tanangmi, milau ekhek beserek. Bomen yakhuk e Iababancak sabe ita, feami engen2 sabe amak, boflen serek mea2 falawa lele imbau.

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, bengini artinya: Wartawan-wartawan itu wartawan taik termasuk anggota DPRK, betul-betul tidak menggunakan mata kepala, proyek yang satu itu kan yang sedang dikerjakan Aleng Amabaan menuju Miteum, memang ruasnya simpang Batu Ragi, luar biasa manusianya, saya harapkan kepada semua anggota group SAS jangan tenang-tenang saja. Bicaralah, kalau begitu di injak-injak terus kita, kalian diam-diam saja, kalau cerita kalian setinggi Gunung Sibau. (Kirfan)

VIDEO