× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda advitorial Disdik Aceh Gelar LKS SMK ke-28, 414 Peserta Ikuti 39 Cabang Lomba

Disdik Aceh Gelar LKS SMK ke-28, 414 Peserta Ikuti 39 Cabang Lomba

SHARE
Disdik Aceh Gelar LKS SMK ke-28, 414 Peserta Ikuti 39 Cabang Lomba

Penyerahakan hadiah sekaligus penutupan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK se-Aceh Tahun 2019, di Bireuen, Rabu (11/09/2019). (Ist)

BANDA ACEH - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Aceh menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ke-28, yang dilaksanakan di Kabupaten Bireuen dan Kota Lhoksemawe, dimulai tanggal 07 hingga 12 September 2019.

Kegiatan LKS SMK tingkat provinsi tersebut, memperlombakan 39 cabang yang diikuti 414 siswa-siswi SMK dan didampingi 350 guru pendamping dari 23 Kabupaten/Kota dengan jumlah keseluruhan 764 peserta. 

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga menyediakan stand pameran produk inovasi unggulan untuk setiap perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK masing-masing Kabupaten/Kota, PT. Innovam Indonesia dan beberapa lembaga Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) lainnya yang dipusatkan di Halaman Pendopo Bupati Bireuen. 

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, mengatakan, tujuan utama pelakasanaan pameran tersebut, supaya masyarakat bisa melihat langsung buah karya anak-anak SMK dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMK. 

Kemudian Kadisdik Aceh menjelaskan, kegiatan LKS jenjang SMK tersebut, bertujuan menyediakan wahana bagi siswa SMK untuk mengasah karakter positif, produktif, kreatif dan inovatif serta memotivasi siswa SMK untuk meningkatkan keahlian sesuai standar dunia usaha dan industri. 

“Mendorong produktivitas siswa SMK untuk mampu bekerja secara optimal dan menghasilkan produk inovatif serta meningkatkan kerjasama yang lebih intensif antara lembaga pendidikan (SMK) dengan dunia usaha/dunia industri (DUDI), asosiasi profesi dan berbagai pihak lainnya,” katanya. 

Selain itu, Drs. Rachmat Fitri melanjutkan, lomba kompetensi tersebut juga memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa SMK untuk berkompetisi secara positif, menyediakan sarana pengembangan dan pengakuan keunggulan kerja bagi siswa SMK yang memiliki kompetensi sesuai dengan tuntutan dunia kerja. 

“Serta memberikan pengalaman untuk mencapai prestasi tertinggi di bidangnya dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan mengasah soft skill,” ujarnya. 

Ia berharap, hasil kegiatan tersebut dapat terpilihnya putra/putri terbaik Aceh dalam bidang lomba yang mereka ikuti, serta dapat meningkatan kreativitas siswa dalam bidang skill dan berkembangnya sikap kompetitif dalam diri siswa. 

“Serta terasahnya kepekaan siswa dalam menghargai karya orang lain,” pungkas Kadisdik Aceh. 

Sementara itu, Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyebutkan, ajang LKS tersebut adalah salah satu sarana untuk memperkuat semangat belajar dan berkompetisi. Sebab, di ajang tersebut para peserta akan diuji kemampuannya sesuai kategori yang dilombakan. 

“Saya sendiri sangat bangga, sebab dari tahun ke tahun prestasi siswa  SMK  Aceh  mulai  meningkat, hal  itu  bisa kita lihat dari hasil Lomba Kompetensi SMK tingkat nasional yang  selalu  diikuti  utusan  dari  Aceh, bahkan  pada  LKS SMK tingkat Nasional di Yogyakarta Juli 2019 lalu, siswa SMK asal Aceh mampu meraih empat medali, torehan itu membuktikan bahwa kualitas SMK kita mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Plt. Gubenur. 

Nova Iriansyah melanjutkan, kondisi Aceh yang saat ini sangat membutuhkan banyak tenaga terampil di berbagai sektor usaha. Dan pemerintah Aceh sedang berupaya menyiapkan proyek besar di bidang energi dan pengembangan kawasan ekonomi khusus. Pemerintah Aceh juga terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga. 

“Tentu ke depan, akan dibutuhkan banyak tenaga kerja terampil, kita akan terus meningkatkan kualitas semua SMK yang ada di seluruh Aceh,” pungkasnya. 

Plt. Gubernur juga meminta, pemahaman  siswa SMK  tentang  Revolusi Industri 4.0 mutlak harus diperkuat, mengingat semua aktivitas usaha saat ini sudah menggunakan sistem digital yang terkoneksi dengan internet. 

“Para siswa SMK harus siap menghadapi era ini dengan memperdalam pengetahuannya di bidang teknologi informasi, karena itu, semangat belajar dan berkompetisi harus ditingkatkan,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Bireuen, H. Saifannur menambahkan, seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih dan lowongan pekerjaan yang semakin sulit maka SMK lah solusinya, sehingga pembangunan sektor pendidikan merupakan cara paling efektif dalam mendapatkan sumber daya manusia yang handal. Salah satu jenis pendidikan yang ideal untuk melahirkan SDM terampil, yaitu melalui pendidikan kejuruan dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja. 

“Begitu pentingnya pendidikan kejuruan ini, sehingga Presiden mengeluarkan Instruksi Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia kita,” kata Saifannur. 

Ia menambahkan, salah satu upaya untuk menjalankan program tersebut, adalah semangat untuk menjalankan Instruksi Presiden dengan mengembangkan SMK di Aceh tidak terkecuali di Kabupaten Bireuen ini. 

“Untuk itu dukungan dari semua pihak terutama Dinas Pendidikan Aceh, guru, Dinas atau lembaga terkait sangatlah penting sehingga dapat terimplementasikan intruksi Presiden tersebut,” imbunya. 

BERIKUT DAFTAR JUARA LKS SMK :

 (Advertorial)

 

 

VIDEO