Ditengah Guyuran Hujan, AMARAH dan DPRK Sepakat Tolak Omnibus Law

  • Admin
  • 10 Oktober 2020 - 09:30 WIB
Ditengah Guyuran Hujan, AMARAH dan DPRK Sepakat Tolak Omnibus Law
Aksi Demo Tolak Omnibus Law Ditengah Guyuran Hujan di DPRK Simeulue . (Doc. Pemburu news.co)

SIMEULUE - Ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Rakyat Bersama Buruh (AMARAH) menggelar aksi demo didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue. Jum’at, (09/10/2020).

Aksi yang digawangi Mahasiswa Simeulue dari berbagi universitas di Nusantara ini, bertujuan untuk menyampaikan penolakan Omnibus Law UU Cipta kerja yang saat ini menuai perhatian dan penolakan hampir disejumlah daerah dinusantara.

Sebelum menyampaikan sikap, ratusan mahasiswa terlebih dahulu membacakan shalawat. Nuansa damai pun terlihat jelas. Anggota Dewan, Dandim, Dan Lanal dan Kapolres bersama turut melantunkan salawat.

Korlap AMARAH, Isra Fuadi mengatakan, dalam orasinya menolak dan mendesak pemerintah membatalkan pengesahan UU Cipta kerja. Penolakan itu bukan tanpa alasan, menurut mahasiswa, hadirnya UU tersebut sarat dengan dugaan kepentingan. Sebab, sejumlah pasal yang termaktub didalam UU ciptaker dinilai merugikan kalangan buruh.

“Jika dicermati, sejumlah pasal didalam UU tersebut nyata menguntungkan pengusaha dan importir. Sementara buruh malah dirugikan. Karena itu UU tersebut tegas kita tolak," kata Isra Fuadi dan Setia Kurniawan saat orasi didepan gedung DPRK Simeulue, Jumat (09/10/2020).

Dalam orasinya, selain mahasiswa Simeulue menolak Omnibus Law yang baru disahkan oleh DPR RI, mahasiswa juga meminta kepada DPRK Simeulue mencari solusi agar akses jaringan internet bisa menyeluruh di wilayah Simeulue.

"Meskipun ditengah hujan deras kita tetap semangat untuk menolak Omnibus Law dan kita minta kepada DPRK agar segera mencari solusi akses jaringan internet bisa menyeluruh di wilayah Simeulue," ujar Korlap AMARAH.

Dalam kesempatan tersebut, lembaga wakil rakyat Simeulue menyahuti aspirasi pendemo. Bahkan sepakat menolak UU omnibus Law dibuktikan dengan penandatangan petisi oleh ketua DPRK Simeulue Irwan Suhaimi.

“Atas nama lembaga DPRK Simeulue, kita sepakat dengan tuntutan yang disuarakan mahasiswa, artinya menolak tegas UU omnibus Law," Ujar Anggota DPRK Simeulue Ihya Ulumuddin.

“Menindaklanjuti tuntutan teman-teman mahasiswa, dalam waktu dekat ini kita akan mengirimkan surat kepresiden agar menerbitkan PERPU mencabut kembali UU omnibus Law,“ Tegas Ihya Ulumuddin.

Dari pantauan pembrunews.co aksi demo mahasiswa yang dikawal aparat kemanan TNI-POLRI itu berjalan aman, tertib dan damai. (H)

 

 

 

Berita Terkait