× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Dituding Kasus Gratifikasi, Metro: Itu Berita Lama Untuk Pengalihan Isu

Dituding Kasus Gratifikasi, Metro: Itu Berita Lama Untuk Pengalihan Isu

SHARE
Dituding Kasus Gratifikasi, Metro: Itu Berita Lama Untuk Pengalihan Isu

Mantan Bupati Simeulue priode 2012-2017 Drs. H. Riswan. NS. (Ist)

BANDA ACEH - Mantan Bupati Simeulue priode 2012-2017 Drs. H. Riswan. NS, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebutkan mantan Bupati Simeulue (Darmili) akan menyeret kasus yang melibatkan dirinya dalam kasus dugaan gratifikasi.

Riswan NS menyatakan, bahwa berita tersebut merupakan berita lama (sekitar tahun 2015), yang pernah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh.

"Itu berita lama dan apa yang disampaikan dalam berita itu adalah tidak benar," ujar Metro sapaan akrab Riswan. NS kepada PemburuNews, Senin (12/08/2019).

Metro menyebutkan, bahwa berita tersebut terkesan sengaja diciptakan sebagai upaya untuk pengalihan isu terkait kasus yg berkembang belakangan ini di Simeulue.

"Berita tersebut juga sengaja di blow up sebagai bentuk pembunuhan karakter seseorang," katanya.

Ia menjelaskan, terkait kasus gratifikasi tersebut, sebenarnya sudah ada penjelasan resmi dari Kejati Aceh, bahwa tidak ditemukan unsur pidananya dan akan segera dihentikan.

"Silahkan dikonfirmasi langsung ke Kejati Aceh untuk mengetahui perkembangan dan kepastian hukumnya," jelas Metro.

Dikutip dari ajnn.net, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Raja Nafrizal menyebutkan perkara dugaan gratifikasi pemberian mobil kepada Bupati Simeulue Riswan.NS dan Wakilnya Hasrul Edyar, saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas Bupati Simeulue, bakal dihentikan.

Hal itu disampaikan Kajati Aceh Raja Nafrizal melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) T Rahmatsyah, kepada wartawan usai menggelar diskusi terfokus dengan Gerak Aceh di Kejaksaan Tinggi Aceh, Banda Aceh (24/1/2017).

“Kasus ini (dugaan gratifikasi) akan ditutup,” kata Rahmatsyah kepada wartawan.

Rencana pemberhentian penyidikan perkara tersebut, kata dia, menyusul temuan penyidik yang menyebutkan mobil tersebut hanya dipinjamkan. Bukan pemberian gratifikasi. Riswan dan Hasrul diduga menerima Rubicon dan Mazda sebagai “hadiah” atas pengalihan pengelolaan lahan sawit milik Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS).

Kasus ini menjadi sorotan sejumlah lembaga nirlaba, yakni Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Aceh dan Care Simeulue Institute (CSI), sejak 2015 lalu. (Q)

VIDEO