Dituding Terima Bantuan UKM, Andi Millian: Saya Tidak Pernah Tahu Soal Itu Dan Perlu Klarifikasi

Dituding Terima Bantuan UKM, Andi Millian: Saya Tidak Pernah Tahu Soal Itu Dan Perlu Klarifikasi
Foto: Andi Millian. (Ist)

SIMEULUE - Pasca beredarnya berita dilansir sebuah media online yang mengatakan bahwa ada pejabat di Kabupaten Simeulue yang menerima Bantuan Dana UKM, Andi Millian membantah hal itu dan bahwa dirinya tidak pernah tahu soal daftar itu karena dia tidak pernah mengajukan atau mendaftarkan dirinya ke Disperindagkop dan UKM Simeulue.

Pernyataan ini disampaikan Andi Millian pasalnya foto utama dalam berita yang diwartakan media tersebut adalah screenshoot daftar nama dan alamat yang mengatasnamakan dirinya dan Wakil Bupati Simeulue. Ia malu karena dia sebagai Anggota DPRK Simeulue tapi masuk dalam daftar penerima Bansos UMKM.

"Saya secara pribadi menyampaikan perihal terkait nama yang tercatut dapat bantuan UKM bahwa Saya tidak pernah mengajukan bahkan mengharapkan dana tersebut, saya baru tahu setelah mendapatkan informasi dari kawan-kawan media dan kenapa harus memasukkan nama saya kedalam penerima bantuan dana UKM. Demi Allah saya tidak pernah tahu soal daftar itu, Demi Allah saya tidak pernah mengajukan proposal atau sejenisnya ke Desa, Kecamatan ataupun Dinas Perindagkop dan UKM Simeulue," ungkap Andi Millian kepada pemburunews.co melalui telepon selulernya, Rabu (4/11/2020).

Diapun mengaku, bahwa Bantuan Dana untuk Usaha Kecil Menengah tersebut hingga saat ini tidak pernah dia terima, kalaupun ada masuk dalam rekening pribadinya, pasti ia akan mengembalikan kepada Negara karena ia sadar bahwa Bansos itu tidak layak diterimanya.

"Saya berpendapat seharusnya bantuan dana UKM haruslah tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Sangat disayangkan, sebaiknya pengusul nama-nama yang mendapat bantuan UKM ditanyakan kenapa tidak profesional dalam memasukkan nama yang seharusnya tidak berhak malah dibuat layak menerima, Subhanallah," ungkap Andi Millian lagi.

Anggota DPRK dari Partai Golkar ini juga meminta kepada media yang memberitakan agar mengklarifikasi dan konfirmasi kepada dirinya soal pencatutan namanya agar publik tau bahwa pencatutan dirinya dalam daftar itu tidak pernah diketahuinya.

"Ini kita sayangkan, harusnya media yang meberitakan soal itu juga mengklarifikasi dan konfirmasi kepada saya terlebih dahulu baru diekspose. Tapi wartawannya sudah saya hubungi tapi belum terhubung," tambah Andi.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati Simeulue Afridawati yang dihubungi pemburunews.co juga mengaku bahwa soal namanya masuk dalam daftar penerima UMKM tidak pernah diketahuinya dan ia meminta kepada Kepala Disperindagkop dan UMKM agar segera mengklarifikasi ini agar tidak menjadi fitnah dikalangan masyarakat.

Data Penerima Tidak Sesuai Fakta

Banpres Usaha Produktif Mikro (BPUM) ini adalah Bantuan Hibah dari Pemerintah Pusat untuk Pelaku Usaha Produktif Kecil Menegah yang terdampak Covid19, Banpres ini pertama kali diluncurkan Presiden Joko Widodo pada tanggal 24 Agustus 2020 lalu. Bantuan ini diterima oleh masing-masing pelaku usaha senilai Rp 2,4 Juta yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.

Namun fakta hari ini data penerima BPUM ini seperti Siluman karena terbukti banyak masyarakat yang memang benar Pelaku UKM tidak masuk daftar dan ada pula masyarakat yang bukan pelaku UKM masuk dalam daftar.

Ini terbukti beberapa pengakuan masyarakat kepada pemburunews.co sebelumnya, bahwa mereka memang harusnya layak menerima BPUM itu tapi mereka tidak ada dalam daftar, sebaliknya ada yang mengaku heran mereka tidak ada usaha dan bukan pelaku UKM tapi namanya masuk dalam daftar, tetapi saat ini uangnya masih diblokir pihak Bank Penyalur karena harus mengurus administrasi penarikan tetapi pihak Desanya tidak berani mengaluarkan surat keterangan usaha karena memang tidak ada usahanya.

Kalaulah pengakuan Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Amran kepada media yang "Menduga Ada Oknum Pejabat Dapat Bantuan Dana UKM di Simeulue" bahwa Dua nama tersebut bukan usulan dari Desa, Kecamatan maupun Pihak Disperindagkop Simeulue, lantas dari mana data siluman tersebut? apakah ada hubungannya dengan data penerima Banpres Usaha Produktif Mikro sedang diperbincangkan oleh Warga yang saat ini ditangani oleh Bank Penyalur?

(Redaksi)

Berita Terkait