× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah DPRK Aceh Timur Diprediksi Tak Berani Kritik Pemerintah, Ronny: Tetap Jadi Macan Ompong

DPRK Aceh Timur Diprediksi Tak Berani Kritik Pemerintah, Ronny: Tetap Jadi Macan Ompong

SHARE
DPRK Aceh Timur Diprediksi Tak Berani Kritik Pemerintah, Ronny: Tetap Jadi Macan Ompong

Pegiat Sosial yang juga salah satu Pemuda Aceh Timur, Ronny Hariyanto. (ist)

ACEH TIMUR - Pegiat Sosial yang juga salah satu Pemuda Aceh Timur, Ronny Hariyanto memprediksi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur periode 2019-2024 tidak akan berani mengkritik kebijakan pemerintah atau Bupati dalam hal kebijakan publik.

"Saya yakin mereka tidak akan berani kritis terhadap pemerintah, apalagi mengkritik bupati, mereka bakal tetap jadi macan ompong dan melanjutkan budaya tukang stempel," kata Ronny melalui siaran pers yang diterima PemburuNews.co, Selasa (15/10/2019).

Ronny menduga, para wakil rakyat tersebut nantinya hanya akan menutupi fungsinya dalam hal pengawasan dan menggantikannya dengan berbagai trik pencitraan.

"Peran mereka nantinya mungkin hanya akan ditutup-tutupi dengan pencitraan, misalkan bagi-bagi sembako dan pamer foto sama orang miskin dengan bantuan satu kardus mie instan lalu digembar-gemborkan di media sebagai tanda mereka peduli dan orang baik juga sudah bekerja, padahal itu jauh dari tugas utamanya," tuding putera Idi Rayeuk itu.

Dirinya berpendapat, bila hal tersebut masih terjadi layaknya DPRK periode lalu, maka menyebabkan kerugian bagi publik. Ronny menambahkan, dengan banyaknya problem sosial yang terjadi, banyak pula intansi pemerintah yang menjadi mitra DPRK belum bekerja dengan baik.

"Nah bayangkan jika tidak ada pengawasan atau kritik dari wakil rakyat, itu kan merugikan rakyat, buat apa merek ada di situ kalau cuma jadi macan ompong yang tidak berani mengaum," ujarnya.

Menurut Ronny, pola-pola pencitraan yang telah mendarah daging, yang dijadikan sebagai senjata pamungkas oleh elit politik selama ini, merupakan bentuk lain dari pembodohan publik yang memuakkan, juga kebohongan serta kepalsuan yang sangat terbuka secara terang-terangan.

"Bayangin aja ya, mereka nyari objek masyarakat miskin didatangin dikasih bantuan sepapan telur sekardus indomie , diblow up media dan dicitrakan luar biasa, lalu mereka gajian puluhan juta dan fasilitas lainnya, padahal yang dia bantu cuma satu orang, tapi kesannya jutaan, bagaimana nasib ribuan rakyat lainnya, dan pas di kebijakan terkait kepentingan banyak orang, mereka bungkam, itu maksud saya merugikan publik," ujar eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh tersebut.

Ironinya, menurut Ronny, sebagian besar wakil rakyat lainnya bahkan tidak melalukan apa-apa dan tidak pernah nampak mukanya di depan publik hingga akhir massa jabatan, sementara tiap bulan tidak malu- malu untuk menerima gaji.

"Tdak pernah nampak batang hidungnya sampai akhir masa jabatan, nah dewan apa macam itu," ketusnya

Ronny mengungkapkan, bahwa pihaknya akan memperkuat parlemen jalanan dan akan terus bangun penguatan sipil, bersama mahasiswa, aktivis, Pers, LBH, masyarakat serta elemen sipil lainnya, dan dibantu oleh aktivis-aktivis dan media luar Aceh Timur, untuk terus mengawal dan mengkritisi jalannya pemerintahan berikut DPRK Aceh Timur.

"Agar roda pemerintahan di Aceh Timur berjalan bagus dan kepentingan masyarakat terpenuhi dengan baik, terutama DPRK, supaya tidak membadut lagi dan jangan pernah anggap kami musuh, karena itu hak kami untuk mengawasi, agar kalian bekerja dan semuanya berjalan sesuai harapan rakyat," sebut Ronny mengakhiri pernyataan persnya. (Rn)

VIDEO