Eks Kades Lambaya, Ingin Cari  Keuntungan Banyak Mala Tersandung Kasus

  • Admin
  • 22 Oktober 2020 - 22:00 WIB
Eks Kades Lambaya, Ingin Cari  Keuntungan Banyak Mala Tersandung Kasus
Ilustrasi Pengadaan Seng. (Ist)

SIMEULUE - Menindak lanjuti permasalahan tentang Pengadaan barang berupa Seng untuk pembuatan pagar persawahan Blang Jasa Ayah yang terletak di Desa Lambaya Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Saat  di  konfirmasi media ini, Kaporyes Simeulue, AKBP Surya  Agung Prabowo S I K, Melalui Kasat Reskrim, Ipda Muhammad Rizal menjelaskan, Pada sekitar pertengahan bulan Agustus 2020 lalu, kepala Desa Lambaya, HH,  menyerahkan sebanyak 173 kodi  (3400 lembar) seng merek angsa crown dengan ketebalan 0.20 meli meter (mm), kepada RD selaku pemilik toko, untuk ditukarkan dengan seng merek angsa dunia, dengan ketebalan 0.30 mm sebanyak 100 kodi (2000 lembar).

"Seng merek angsa crown tersebut dijual dengan harga senilai Rp 1.000.000,- perkodinya, sebanyak 173 kodi, jadi sejumlah Rp 173.000.000,-.," kata Muhammad Rizal, Kamis (22/10/2020)

Dia menambahkan, sementara untuk harga seng merek angsa dunia tersebut, seharga Rp 1.520.000,- perkodinya, sebanyak 100 kodi, jadi sejumlah Rp 152.000.000,- dan seng angsa dunia tersebut hingga saat ini belum  sampai ke desa Lambaya.

"Sedangkan uang sisa dari harga seng merek angsa dunia tersebut akan diberikan kepada HH senilai Rp 21.000.000,- dan uang ini masih sama RD ( pemilik toko ) tersebut," ujarnya.

Kemudian saat dijumpai media ini, RD (pemilik toko) mengatakan, seng tersebut  belum sampai, karena kendalanya di Kapal penyeberangan.

"Ya memang seng itu sebenarnya sampai pada hari ini (Kamis), dikarenakan mobil tidak bisa berangkat karena muatan kapal penuh, maka ditunda ke hari Selasa nanti," kata pemilik toko itu, Kamis (22/10/2020)

Pada kesempatan ini RD menjelaskan pengadaan seng tersebut, awalnya bukan pihaknya tetapi Kepala Desa itu sendiri,  namun seng  yang dibeli oleh kepala desa 0.20, ketika seng tersebut sampai di Desa para Masyarakat tidak menerima karena tidak sesuai dengan sepek.

"Kemudiaan pada satu malam ketemu dengan Pak Camat Simeulue Tengah, selesai shalat magrib di salah satu Masjid, Pak Camat Simeulue Tengah itu mintak bantu sama saya, yang mana Kepala Desa Lambaya lagi dalam masalah karena seng yang dibeli kepala desa dari Medan itu tidak sesuai spek, Akhirnya Ketemulah untuk mencari jalan keluar dari permasalahan seng tersebut," terangnya.

Ditempat terpisah Direktur  perusahaan waktu di komfirmasi mengatakan, pihaknya tidak tau apa-apa masalah pengadaan seng tersebut.

"Sedangkan perusahaannya tidak ada KBLI pengadaan Seng dan saya akan menuntut karena telah mencemarkan nama perusahaan saya," ujarnya.

Setelah di komfirmasi melalui telepon genggam, ek kepala Desa Lambaya menyebutkan, Seng tersebut sudah ditangani oleh pemilik toko.

"Namun cuaca buruk dan keterbatasan muatan kapal maka seng tersebut belum sampai," tutupnya. (H)

Berita Terkait