GATA NKRI Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Kehadiran KAMI di Bumi Aceh

GATA NKRI Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Kehadiran KAMI di Bumi Aceh
Foto: GATA NKRI Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Kehadiran KAMI di Bumi Aceh. (Pemburu News)

BANDA ACEH - Aliansi masyarakat Aceh yang tergabung dalam Gerakan Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (GATA NKRI) menolak kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Provinsi Aceh. Penolakan itu disampaikan GATA NKRI dalam Aksi Unjuk Rasa mereka di tugu Simpang Lima Banda Aceh, Senin (10/11/2020) pagi.

Koordinator Aksi, Heri Safrizal, SP dalam orasinya menyampaikan bawa saat ini Aceh sudah nyaman dan damai pasca konflik yang berkepanjangan selama 30 tahun, maka jangan lagi dirusak olek oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, oknum-oknum yang berkepentingan politik.

"Tujuan dan maksud GATA NKRI menggelar aksi unjuk rasa adalah untuk menolak kehadiran Gatot CS dan Deklarasi KAMI di bumi Aceh karena Aceh saat ini sudah damai dari 30 tahun konflik, sehingga jangan dirusak oleh oknum-oknum yang mempunyai kepentingan politik," sebut Heri Safrizal.

Kata Safrizal, saat ini Presiden Jokowi dan Pemerintah Pusat sudah sangat memperihatikan Aceh, program prioritas Pemerintah juga sudah dinikmati masyarakat Aceh. "Jadi jangan lagi perhatian Pemerintah ini kita hancurkan dengan menerima oknum-oknum yang kurang senang dengan Pemerintah karena yang korban adalah kita masyakat Aceh, maka sekali lagi kami imbau kepada masyarakat Aceh Serambi Mekkah jangan percaya dengan isu-isu hanya untuk memecahbelah rakyat," tambah Safrizal.

Penolakan terhadap KAMI di Aceh juga disampaikan orator-orator GATA NKRI seperti Sulthan Alfaraby tokoh perwakilan Mahasiswa, Syahrul tokoh muda Aceh, Teuku Cut Man mantan Panglima GAM Wilayah Aceh Barat, Ayah Pulo Budayawan Aceh dan Zulhamzah Tokoh Masyarakat Simeulue.

Zulhamzah juga berharap kepada masyarakat Aceh jangan terpancing oleh isu-isu dari oknum-oknum tertentu yang mempunyai kepentingan-kepentingan politik. Seningga perdamaian di Aceh yang diperjuangkan oleh para pejuang Aceh tercabik-cabik.

"Hari ini kita sudah merasakan bagaimana perhatian Pemerintah terhadap Aceh, kita sudah merasakan bagaimana pembangunan dan ekonomi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat. Oleh karenanya kami mengimbau kepada masyarakat Aceh jangan terpancing dengan isu-isu dari oknum-oknum tertentu yang ingin mencabik-cabik perdamaian Aceh yang sudah dibayar mahal oleh para pendahulu kita dengan tetesan darah dan air mata. Maka melaui Aksi ini kami mengajak masyarakat agar menolak kehadiran KAMI di bumi Aceh," ungkap Zulhamzah.

Aksi ini berlangsung damai yang diikuti sekita dua ratusan pengunjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat.

(Redaksi)

Berita Terkait