GMBI Desak Polres Simeulue Terkait Dugaan Kasus Pembangunan Jalan Langi

  • Admin
  • 25 September 2020 - 15:20 WIB
GMBI Desak Polres Simeulue Terkait Dugaan Kasus Pembangunan Jalan Langi
Ketua GMBI Distrik Kabupaten Simeulue, Sarwadi. (Doc. Pemburunews.co)

SIMEULUE - Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Simeulue mendesak Polres Simeulue melalui Satreskrim Polres Simeulue, terkait dugaan kasus pembangunan jalan Langi yang dikerjakan oleh CV HI.

Ketua GMBI Distrik Kabupaten Simeulue, Sarwadi mengatakan, sekedar mengingatkan kembali,  bahwa paket pekerjaan jalan Langi bersumber dari Dana Alokasi Khusus (Dak Reguler) dengan nilai kontrak Rp2.492.356.616,00. Jangka waktu pelaksanaan disepakati selama 160 hari kalender atau berakhir pada 22 Desember 2019 lalu. Sampai saat  ini belum selesai dikerjakan dan terasa sudah adem ayem saja, yang pekerjaannya di Desa langi Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue.

"Karena dalam tender LPSE Kabupaten Simeulue dan data pendukung lainnya proyek senilai kontrak Rp2.492.356.616,00. Itu adalah kegiatan  pembangunan jalan langi, berdasarkan kontrak dengan nomor 620/529/DAK/PUPR-BM/V11/2019, pada tanggal 16 Juli 2019," kata Sarwadi, Jumat (25/09/2020)

Dalam pantauan LSM GMBI dilapangan, Proyek ini belum selesai dikerjakan oleh CV HI, yang awalnya berasal dari hasil laporan masyarakat setempat.

Ia menambahkan, Direktur CV HI menyebutkan dalam jangka waktu pelaksanaan dengan disepakati selama 160 hari kelender akan selesai, namun kondisi di lapangangan masih seperti yang dulu.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 25 januari 2019, analisis dokumen laporan pekerjaan baru di kerjakan cuma 40% . yang telah diperiksa oleh Konsultan pengwasan, jadi pekerjaan yang belum selesai dikerjakan per akhir kontrak pada tanggal 22 November 2019 sebesar 60%," ujarnya.

Dia menambahkan, berdasarkan Pasal  45.3  SSUK, penyedia  di berikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan sampai dengan 50 hari kelender sejak masa pelaksanaan berakhir sehingga pelaksanaan jalan Langi (Dak Reguler) seharusnya dituntaskan penyelesaiannya pada 10 Februari 2020 lalu.

"Lalu entah memang benar atau sudah terjepit sehingga pelaksanaan pembuatan jalan tidak terselesaikan, ini tidak layak di sebut proyek, kalau kita melihat sesuai prosedur lelang tidak logis dan kalau benar proyek kenapa sampai hari ini belum diselesaikan pekerjaannya, ini kan sangat aneh," pungkasnya. (H)


Berita Terkait