Hingga 2024, Kominfo Targetkan Meliterasi 50 Juta SDM

  • Admin
  • 16 Juli 2020 - 20:50 WIB
Hingga 2024, Kominfo Targetkan Meliterasi 50 Juta SDM
Hingga 2024, Kominfo Targetkan Meliterasi 50 Juta SDM. (Ist)

JAKARTA - Kunci utama dari transformasi digital adalah mengatur sumber daya manusia (SDM) yang andal. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semri Abrijani Pangerapan menyatakan tanpa dukungan SDM yang mumpuni, Indonesia tidak akan bisa bertransformasi dengan baik, sebab peluang transformasi digital akan membutuhkan tenaga kerja dari luar negeri.

Guna mengisi SDM bidang digital, Dirjen Semuel mengatakan Kementerian Kominfo memiliki tiga program yang terkait literasi digital baik untuk aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum. Program-program yang dibutuhkan akan meliterasi 50 juta SDM dalam empat tahun ke depan agar lebih melek digital.

“Kenapa kok cuman 50 juta? Kita diharapkan dari 50 juta ini orang-orang yang sudah berliterasi akan meliterasi teman-teman atau kerabat terdekatnya agar mereka juga siap meluncurkan era digital, ”tutur Dirjen Aptika di Webinar yang menyelenggarakan Lembaga Administrasi Negara RI, Jakarta, Kamis (16/07/2020 ).

Dirjen Semuel merinci masing-masing program, pertama meliterasi masyarakat mulai dari pendidikan dasar tentang literasi seperti memberikan keterampilan dasar. Program itu rutin dilakukan oleh Siberkreasi dan Kementerian Kominfo.

"Memberikan keterampilan dasar atau pengetahuan dan kesadaran dasar digital, ini benar-benar keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh semua orang Indonesia sebelum mereka masuk ke ruang digital," ujar Dirjen Semuel

Selain keterampilan dasar literasi, Dirjen Aptika menjelaskan tahapan lainnya dilakukan melalui pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS). "Kita juga punya bakat digital, ini yang kita kembangkan, ada beberapa pengetahuan atau keterampilan baru yang kita kembangkan di sini dan ini dilakukan secara gratis untuk ASN atau masyarakat biasa," jelasnya

Melalui Program DTS yang diselenggarakan setiap tahun ini, ada beberapa pelatihan yang dapat mengasah kemampuan SDM Indonesia seperti komputasi awan, keamanan siber, analisis data besar, AI dan IoT.

“Tapi kita juga melihat kita perlu ahli yang bisa, kita punya program Digital Leadership Academy (DLA), ini tentang beasiswa yang kita kirim ke luar negeri untuk mereka dapatkan S2 dan S3,” imbuhnya.

Namun DLA di tahun 2020 untuk sementara berhenti, karena mempertimbangkan beberapa negara tempat pelatihan sedang tidak menerima peserta berpikir dari pandemi Covid-19.

Dalam Webinar LAN RI yang mengusung tema Transformasi Manajemen ASN untuk ASN Unggul ini, Dirjen Apertika Peran Penting serta ASN dalam transformasi digital, mengatur Indonesia menuju negara digital yang ditunjang oleh teknologi informasi dan komunikasi. (Kominfo)

Berita Terkait