ILLIZA : PELAKU USAHA PARIWISATA HARUS MEMPELOPORI GERAKAN BISA

  • Redaksi
  • 08 September 2020 - 10:20 WIB
ILLIZA : PELAKU USAHA PARIWISATA HARUS MEMPELOPORI GERAKAN BISA
Anggota Komisi X DPR RI Hj. Illiza Sa'aduddin Djamal, SE menghimbau kepada para pelaku usaha pariwisata & ekonomi kreatif agar menjadi pelopor gerakan BISA (Bersih Indah Sehat dan Aman).

BANDA ACEH -; Anggota Komisi X DPR RI Hj. Illiza Sa'aduddin Djamal, SE menghimbau kepada para pelaku usaha pariwisata & ekonomi kreatif agar menjadi pelopor gerakan BISA (Bersih Indah Sehat dan Aman).

Hal itu disampaikakan dalam acara sosialisasi Gerakan BISA bersama komunitas pelaku usaha pariwisata di Pantai Babah Dua, Lhoknga, Aceh Besar. Minggu, 6 September 2020.

Illiza berharap dalam suasana pandemi wabah Covid 19 ini, semua pelaku kegiatan ekonomi khususnya usaha pariwisata agar dapat menerapkan protokol kesehatan. Gerakan BISA ini adalah upaya untuk memberikan kenyamanan bagi tamu dan pelanggan yang mesti diperhatikan oleh para pemilik usaha pariwisata, kuliner dan ekonomi kreatif.

"Semua yang disajikan harus dipastikan Bersih Indah Sehat dan Aman, baik itu tempat, makanan dan juga fasilitas pendukung lainnya seperti toilet dan yang paling penting adalah tempat shalat" ujar Illiza.

Illiza juga berharap kepada pelaku usaha pariwisata, agar dalam melakukan kegiatannya tidak membiarkan adanya hal-hal yang melanggar Syariat Islam.
Semuanya yang kita lakukan termasuk dalam kita berusaha harus sesuai dengan mauNYA Allah, bukan maunya kita, sehingga akan mendatangkan keberkahan dari Allah.

Acara sosialisasi inj juga dihadiri oleh Direktur Penembangan Destinasi Wilayah 1 Kemenparekraf Ir. Onni Yulfian, Kadisbudpar Aceh Jamaluddin, SE. M.Si, Tenaga Ahli Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Ben Umar, SE, Kadis Pariwisata Aceh Besar Ridwan Jamil, S.Sos. M.Si dan Para Muspika Kecamatan Lhoknga.

Acara sosialisasi Gerakan BISA ini diikuti oleh 100 orang peserta mewakili dari berbagai unsur pelaku usaha pariwisata di Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. (r)

Berita Terkait