× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Jika Penegak Hukum Cuek Soal Video Amoral, GMBI Akan Sosialisasikan Ke Pelajar di Simeulue

Jika Penegak Hukum Cuek Soal Video Amoral, GMBI Akan Sosialisasikan Ke Pelajar di Simeulue

SHARE
Jika Penegak Hukum Cuek Soal Video Amoral, GMBI Akan Sosialisasikan Ke Pelajar di Simeulue

Ketua Distrik GMBI Simeulue, Sarwadi. (Pemburu News|kirfan)

SIMEULUE - Lambannya penanganan kasus video mesum yang dilakukan Bupati Simeulue, Erli Hasim dengan seorang perempuan berinisial O dalam video berdurasi 1 menit 38 detik oleh penegak hukum, memancing reaksi pedas dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Salah satunya adalah dengan menyebarkan video dan menyoalisasikan kepada remaja di kabupaten itu.

Ketua Distrik GMBI Simeulue, Sarwadi mengatakan, jika video itu tidak segera ditangani oleh penegak hukum dan menghukum pelaku layaknya seperi Ariel dan Luna Maya dan dicambuk seperti pelaku ikhtilat lainnya, ia menganggap video mesum itu bukan sebuah pelanggaran moral dan pornografi, maka layak dipertontonkan di depan umum.

"Kalau video itu dianggap tidak melanggar, maka kami akan melakukan sosialisasi dan kami pertontonkan secara bersama-sama kepada para pelajar dan masyarakat Simeulue," tandas Sarwadi kepada pemburunews.co, Rabu (9/10/2019).

Ditegaskannya, apabila nanti ada warga dan pelajar Simeulue melakukan mesum dan dishooting seperti perbuatan Erli Hasim, maka ia meminta kepada penegak hukum agar tidak menghukum mereka.

"Ini yang melakukan Bupati, kepala daerah lho, apapun yang dia lakukan, maka diikuti rakyatnya, bak pepatah mengatakan, jika guru kencing berdiri, maka murid kencing berlari, jadi jangan dilarang jika ada warga Simeulue yang berbuat mesum nanti," tegas Sarwadi.

Dikatannya, apabila penegak hukum khusunya penegak hukum syari'at Islam tidak segera menindaklanjuti kasus video mesum Bupati Simeulue, maka ia meminta kepada pemerintah Aceh agar mencabut Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

"Hapus aja qanun itu, kalau hukum hanya berlaku bagi masyarakat bawah," pungkasnya.

Dalam video yang telah tersebar luas tersebut, lanjut Sarwadi, secara jelas Erli Hasim telah melanggar hukum syari'at Islam, video itu bukan hoax dan Erli Hasim telah mengakui bahwa dalam video itu adalah dirinya.

Selain dihukum secara syari'at Islam, tambah Sarwadi, ia juga meminta kepada pihak Kepolisian Negara Repuplik Indonesia agar mengusut tuntas video tersebut karena mengandung unsur pornografi dan melanggar UU ITE.

"GMBI akan keliling Simeulue untuk menyosialisasi dan mempertontonkan video mesum Bupati Simeulue itu di depan umum dan pelajar, jika penegak hukum menganggap itu adalah video biasa dan layak dipertontonkan," lanjut Sarwadi.

Seperti diketahui, masih menurut Sarwadi, setelah beredarnya video mesum Bupati Simeulue pada pertengahan Juli lalu, DPRK setempat telah melakukan paripurna pemakzulan terhahadap sang Bupati dan hasil paripuna itu dilaporkan kepada Mahkamah Agung untuk ditindak lanjuti, namun sampai sekarang belum ada kepastiannya.

Lebih jauh ia mengatakan, Gerakan Masyarakat Simeulue Anti Amoral (Gempar) dan Mahasiswa telah melakukan aksi unjuk rasa di berbagai tempat, bahkan laporan warga Simeuluepun telah disampaikan kepada Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Aceh beberapa waktu lalu, namun belum ada sebuah kepastian hukum yang jelas dari pihak WH.

"Nah, berarti video seperti itu tidak melanggar, maka layak dipertontonkan dan ditiru warga Simuelue," tutupnya. (Kirfan)

VIDEO