× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda nasional Mualem Diperiksa, LEMKASPA: Komnas HAM Salah Minum Obat

Mualem Diperiksa, LEMKASPA: Komnas HAM Salah Minum Obat

SHARE
Mualem Diperiksa, LEMKASPA: Komnas HAM Salah Minum Obat

Ketua Lembaga Kajin Stragis dan Kebijakan Publik (LEMKASPA), Samsul Bahri, M.Si.

BANDA ACEH - Ketua Umum Dewan Pengurus Aceh (DPA) Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, dikabarkan mendapat pemanggilan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Pemanggilan tersebut berkaitan dengan penyelidikan dugaan pelanggaran HAM berat yang terjadi di Aceh.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Kajin Stragis dan Kebijakan Publik (LEMKASPA), Samsul Bahri, M.Si menyebutkan bahwa, langkah yang ditempuh pihak Komnas HAM memanggil Mualem, sama sekali tidak memiliki dasar hukum, atas keterlibatan dalam kasus pelanggaran HAM di Aceh.

"Kalau sekarang Mualem dipanggil untuk pemeriksaan atas dugaan pelanggaran HAM di Aceh, Komnas HAM salah minum obat," kata Samsul, melalui siaran persnya yang diterima media ini, Rabu (08/10/2019).

Pasalnya, menurut Samsul, terciptanya proses perdamaian antara pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah Indonesia (RI) sudah mencakup pemberian pengampunan (Amnesti) oleh Negara kepada kelompok Gerakan Aceh Merdeka.

"Negara sudah memberi pengampunan Amnesti kepada seluruh Pasukan Militer GAM melalui hasil perundingan di Helsingki, kenapa sekarang kasusnya kembali diungkit kepermukaan," tegas Samsul.

Lebih lanjut Samsul menjelaskan, pernyataan resmi terkait Amnesti kepada seluruh Anggota GAM tersebut sudah diklarifikasi oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla, yang bahwa seluruh anggota GAM sudah mendapat Amnesi dari Negera.

"Pak Jusuf Kalla salah tokoh penting yang dalam proses perdamaian Aceh," ujarnya.

Semestinya, kata Samsul, pemerintah Indonesia untuk saat ini, lebih fakus menyelesaikan secara menyeluruh terkait point-point perjanjian yang masih belum tuntas hingga kini.

Ketua LEMKASPA mencurigai, pemanggilan Mualem bagian dari upaya untuk menjenggal Mualem. "Saya curiga dengan pemanggilan Mantan Panglim GAM, ini ada seknario yang dimainkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membatasi ruang gerak Mualem ke depan," pungkasnya. (et).

VIDEO