Nova Iriansyah Dilantik: Demi Allah Saya Akan Memenuhi Kewajiban Saya Sebagai Gubernur Aceh

  • Redaksi
  • 05 November 2020 - 22:50 WIB
Nova Iriansyah Dilantik: Demi Allah Saya Akan Memenuhi Kewajiban Saya Sebagai Gubernur Aceh
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian atas nama Presiden RI melantik Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, di ruang sidang Paripurna DPRA, Kamis (05/11/2020). (Ist)

BANDA ACEH - "Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya sebagai Gubernur Aceh dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya". Demikian potongan kutipan pengambilan sumpah yang diucapkan Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, M.T yang digelar di ruang sidang Paripurna DPRA, Kamis (05/11/2020).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian atas nama Presiden RI melantik Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 95/P Tahun 2020 tentang Pengesahan dan Pengangkatan Gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022.

Sebelum pengambilan sumpah, Mendagri Tito menyampaikan, sumpah jabatan yang diucapkan merupakan janji terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan manusia yang harus ditepati dengan keikhlasan dan kejujuran.

Selanjutnya, Mendagri Tito membacakan kutipan pengambilan sumpah yang diikuti Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

“Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya sebagai Gubernur Aceh dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya. Serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa,” ucap Nova Iriansyah.

Dalam sambutannya, Nova Iriansyah menyampaikan Pemerintah Aceh masih terus berjuang untuk menghadirkan kesejahteraan bagi warganya. Ia melanjutkan, diketahui, negeri ini pernah melewati masa sulit, konflik bersenjata dan bencana besar tsunami. Kedua kejadian itu telah dilewati bersama.

" Kita telah membuktikan mampu bangkit dan berbenah untuk sebuah harapan besar perubahan kualitas hidup yang lebih baik," kata Nova.

Ia menambahkan, kekuatan rakyat Aceh dalam melewati masa sulit itu, tak terlepas dari ketaatan warganya dalam menjalakan syariat Islam. Iman Islam telah memandu masyarakat untuk selalu berikhtiar dan bekerja keras mewujudkan yang terbaik.

"Saya percaya bahwa hal ini akan terus menjadi energi positif bagi masyarakat Aceh dalam membangun negeri," tambahnya.

Selain itu, Nova Iriansyah menyebutkan, Gubernur adalah Perpanjangan Tangan Pemerintah Pusat di daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam diri seorang Gubernur, kata dia, melekat fungsi sebagai Kepala Daerah, sekaligus Kepala Pemerintahan, sesuai amanat Konstitusi. Lebih khusus dalam konteks Pemerintahan Daerah di Aceh, Gubernur juga melaksanakan amanah Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dalam menjalankan pemerintahan, yang memiliki Hak Otonomi Khusus Asimetris, sehingga peran Gubernur Aceh juga memiliki sisi khusus di bawah NKRI.

Dikatakannya, sebagai Gubernur Aceh, dirinya juga memiliki amanah menjalankan Syariat Islam di Aceh, yang dilaksanakan sesuai Perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, juga menjalankan sejumlah kekhususan Aceh lainnya sejalan dengan UUPA.

"Sebagai Gubernur Aceh baru yang definitif, saya punya tanggung jawab melaksanakan Pembangunan berkesinambungan, dengan meneruskan kebijakan pembangunan strategis yang telah dijalankan dengan baik oleh Gubernur sebelumnya," imbuhnya. (r/q)

Berita Terkait