Pasien Simeulue Yang Meninggal Dunia di RSUZA Terpapar Covid-19, Jubir Jelaskan Kronologisnya

  • Admin
  • 02 Agustus 2020 - 08:40 WIB
Pasien Simeulue Yang Meninggal Dunia di RSUZA Terpapar Covid-19, Jubir Jelaskan Kronologisnya
Info grafis kasus Covid-19 Provinsi Aceh. Sumber foto: dinkes.acehprof.go.id

SIMEULUE - Terkait pasien asal Simeulue atas nama inisial PA (19), yang meninggal dunia di Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh pada 29 Juli 2020 lalu, Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Simeulue, Ali Muhayatsah, SH menjelaskan berdasarkan surat resmi hasil swab yang baru diterima oleh Dirut RSUD setempat, bahwa PA terpapar Covid-19.

"Berdasarkan surat nomor PM.03.01/3/7/19/2020, Perihal Hasil Pemeriksaan Covid-19, satu lampiran hasil,  almarhumah (PA) terkontaminasi / terpapar Covid-19 saat di rawat di RSUZA BNA," kata Ali Muhayatsah melalui pers rilis yang diterima media ini, Minggu (02/08/2020).

Adapun kronologis disampaikan Ali Muhayatsah, bahwa info dari direktur RSUD kabupaten Simeulue, drg Farhan, pasien atas nama PA mengalami sakit Gondok yang sudah lama dialami yang di rawat di rumah sakit umum Simeulue mulai dari tanggal 8 sampai 15 Juli 2020 lalu, dirawat ruang kelas 1.

"Kemudian karena kondisi PA semakin tidak membaik maka dipindahkan ke ruanh ICU dari 16 sampai 21 Juli 2020," jelasnya.

Jubir Covid-19 Simeulue ini menjelaskan, kepada yang bersangkutan (PA) sebelum dilakukan rujuk ke RSUZA Banda Aceh telah di lakukan Rapitd Test dua kali dengan hasil nya non Reaktif / Negatif.

"Kemudian pada tanggal 21 Juli 2020 PA di rujuk ke RSUZA Banda Aceh via kapal Ferry dan pada 22 Juli 2020 tiba di RSUZA Banda Aceh," tambah Ali Muhayatsah.

Ia menambahkan, selama dirawat di RSUZA BNA dari tanggal 22 Juli PA di rawat di ruang rauda 1, Ruang HCU, dan ICU.

Sedangkan hasil keterangan dari saudara kandung PA yaitu MI, bahwa selama dirawat di RSUZA Banda Aceh tidak ada pemberitahuan kepada pihak keluarga kalau adiknya sedang diambil sampel Swab.

Kemudian, lanjut Jubir Covid-19 Simeulue, pada 29 Juli 2020 sekitar pukul 24.30 Wib PA meninggal dunia, selanjutnya pada pukul 02.00 Wib jenazah PA diberangkatkan dari RSUZA menghilangkan ambulans menuju Labuhan Haji untuk diseberangkan dengan KMP Teluk Sinabang menuju Simeulue.

"Keterangan dari pihak keluarga dan juga ketua IPPELMAS Banda Aceh yang saat itu hadir tidak ada keterangan atau pemberitahuan dari pihak RSUZA BNA terkait kondisi PA dan saat jenazah dibawa dari ruang rawat menuju ambulans petugas tidak memakai APD termasuk petugas ambulans, selanjutnya pada 30 Juli 2020, sekitar pukul 23.00 Wib PA dikebumikan di Desa Kampung Baru, Simeulue Tengah," urainya.

Selanjutnya, kata Ali Muhayatsah, pada 31 Juli 2020 sekitar pukul 15.00 Wib, pihaknya mendapat informasi konferensi pers kepala dinas kesehatan provinsi Aceh berdasarkan hasil swab dari balibangkes Aceh ada satu orang warga simeulue jenis kelamin perempuan inisial PA dinyatakan positif Covid-19.

"Selanjutnya direktur RSUD kabupaten Simeulue, drg Farhan melakukan koordinasi terkaait keterangan info media tersebut, terrnyata yang dimaksud adalah PA pasien rujukan dari Simeulue," imbuhnya.

Kemudian, pada 1 Agustus 2020, sekitar pukul 14.27 Wib surat resmi hasil swab atas nama PA baru diterima oleh Dirut RSUD kabupaten Simeulue, dengan nomor surat : PM.03.01/3/7/19/2020, perihal Hasil Pemeriksaan Covid-19. Satu lampiran hasil.

"Almarhumah an PA terkontaminasi / terpapar Covid-19 saat di rawat di RSUZA BNA," tambahnya lagi.

Selanjutnya, Ali Muhayatsah menambahkan, pada pukul 15.00 Wib tim Satgas Covid-19 Kabupaten Simeulue melakukan rapat kerja bertempat di media center Covid-19 kabupaten setempat, yang dihadiri oleh, Sekda, Dandim 0115 Sml, Danlanal, Kapolres, Ketua MPD dan seluruh Kepala bidang satgas Covid-19 kabupaten Simeulue.

Ia menguraikan, hasil rapat tim satgas Covid-19 kabupaten Simeulue antara lain, melakukan treking terhadap keluarga dan warga yanh ada berkontak langsung dengan jenazah dan keluarga korban, melakukan karantina mandiri selama 14 hari dibawah pengawasan tim satgas Covid-19 kabupaten, kecamatan dan desa dan melakukan rapitd Test kepada keluarga dan yg berkontak sesuai dengan daftar trakeng yang dilakukan

Lalu, tambah Ali Muhayatsah, bagi yanh ada terkonfirmasi dari hasil Rapitd Test akan dilakukan tes Swab dan akan dilakukan karantina / isolasi di RSUD kabupaten Simeulue.

Kemudian, Desa, kecamatan dan satgas menyiapkan kebutuhan logistik kepada yg akan di karantina selama 14 hari.

"Tim satgas Covid-19 harus bekerja ekstra dan tidak boleh ragu-ragu dalam mengambil tindakan-tindakan, terus tingkatkan koordinasi mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, desa dan dusun," jelasnya lagi.

Selanjutnya, pihaknya membuat surat kepada gubernur c.q dinas kesehatan provinsi Aceh terkait kelalaian dan keterlambatan informasi yg di terima di kabupaten sehingga terjadinya seperti kasus alamrhumah PA umur 19 tahun, Tim satgas segera melakukan penegasan kembali terkait regulasi dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Virus Covid-19.

"Kepada masyarakat agar mematuhi Protokol kesehatan, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak," pungkas Ali Muhayatsah. (r)

Berita Terkait