Pembangunan Jalan Simpang Kolidor, 4 Desa Di Teluk Dalam Berpotensi Tertinggal dan Jadi Lorong

  • Admin
  • 25 Oktober 2020 - 11:20 WIB
Pembangunan Jalan Simpang Kolidor, 4 Desa Di Teluk Dalam Berpotensi Tertinggal dan Jadi Lorong
Alumni Fakultas Hukum UNMUHA, Setia Kurniawan, SH. (Ist)

SIMEULUE - Wacana pembangunan jalan simpang Kolidor atau jalan pintas dari puncak desa Lugu Sekbahak kearah Simeulue Barat menjadi kabar buruk untuk empat desa yakni Lugu Sekbahak, Gunung Putih, Babussalam dan Muara Aman sebab apabila jalan tersebut dibangun maka 4 desa tersebut akan berpotensi sangat jarang di lalui oleh masyarakat ramai khususnya yang mempunyai Aktivitas menuju ibu kota kabupaten dan lain sebagainya Hal tersebut disampaikan Setia Kurniawan.

"Seperti yang kita rasakan beberapa tahun dari belakang 4 desa ini menjadi sepi karena jarangnya di lalui oleh masyarakat, begitu juga dari pemerintah ketika ada kegiatan dan kunjungan kerja di Simeulue Barat mereka akan melalui jalan simpang Kolidor sehingga 4 desa ini sangat jarang di lalui padahal Waktu itu jalan masih belum begitu bagus," kata alumni Fakultas Hukum UNMUHA, Minggu (25/10/2020).

"Apalagi ini ada wacana untuk di bangun dengan Anggaran miliaran rupiah padahal sama-sama kita ketahui jalan tersebut Bukanlah jalan nasional melainkan dulunya hanya jalan Akses Kayu atau Balok TIM," tambahnya.

Setia Kurniawan menambahkan, dari sektor Ekonomi juga mempengaruhi sebab usaha-usaha seperti warung kopi di 4 Desa tersebut menjadi sepi, begitu juga dari hasil perkebunan seperti pisang, ubi dan lainnya yang biasanya di gantung di depan rumah untuk dijual serta jualan bensin eceran dan kios menjadi kurang laku.

"Kepada bapak kepala Mukim dan para kepala Desa di mukim Tete Bano juga Tokoh Masyarakat serta Mahasiswa tentu ini menjadi PR besar untuk kita dan harus mengkaji, jika memang pekerjaan jalan akan dilanjutkan, maka kita harus meminta kepada Pemerintah apa kira-kira yang kemudian bisa menjanjikan agar 4 Desa ini tidak berpotensi tertinggal," imbuhnya.

"Dalam hal ini juga kita bukannya egois dan menghambat akses jalan saudara kita yang lebih mudah, namun yang kita pikirkan adalah untuk kepentingan bersama," tutupnya. (Sk/H)

Berita Terkait