Polisi Tangkap Supir Ambulance Diduga Pukul Dokter Puskesmas Lamerem 

  • Admin
  • 06 November 2020 - 17:00 WIB
Polisi Tangkap Supir Ambulance Diduga Pukul Dokter Puskesmas Lamerem 
Polisi Tangkap Supir Ambulance Diduga Pukul Dokter Puskesmas Lamerem. (Ist)

SIMEULUE - Untuk menindak lanjuti kasus insiden pemukulan salah seorang Dokter di Pukesmas Lamerem, pada hari senin tanggal 19 Oktober 2020 lalu, sekira pukul 12.10 wib, kejadian di Puskesmas Lamerem Desa Lamerem, Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue.

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo S I K, melalui Kasat Reskrim, Ipda Muhamad Rizal mengatakan, telah melakukan penangkapan  tindak pidana pemukulan atau penganiayaan salah seorang Dokter yang bertugas di Pukesmas Lamerem.

"Sesuai dalam bukti laporan FA ke Polisi,
Satu Helm Warna Putih Merek OXY,
Satu  Baju Warna Biru Garis Hitam, dan hasil Visum Et Repertum nomor : 445/20/VER/2020, pada tanggal 26 Oktober 2020 lalu," kata Muhammad Rizal, Jumat (06/11/2020).

"Tindak lanjutnya  melakukan tahap dua (2) melimpahkan tersangka dan BB ke JPU, dan satu (1)  orang yang diduga pelaku penganiayaan FA sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat (1) KUHPidana," terangnya.

Kronologi kejadian sesuai yang pernah di muat oleh pemburunews.co pada tanggal 21/10/2020 lalu,  Kasat Resrim Polres Simeulue, Ipda Muhammad Rizal mengatakan, kejadian pada saat itu FA baru pulang dari kegiatan lapangan di Desa Lhok Pauh sesampai di Puskesmas tersebut masih di atas sepeda motor FA melihat kearah depan Puskesmas dimana saat itu staf Puskesmas sedang berkumpul lalu FA menatap RAP pada saat FA sedang memarkir sepeda motor di samping Puskesmas.

”RAP mengejar FA sambil melakukan tendangan dari arah samping karena FA menghindar sehingga tidak mengenai pada tubuh FA lalu RAP mengejar lagi sambil memukul kepala dan leher FA dari arah belakang FA merasa terancam dan menocaba menghindar tetapi RAP terus melakukan tendangan kearah punggung belakang sehingga FA terjatuh, kemudian FA berusaha bangkit namun RAP melakukan pemukulan lagi kearah leher belakang dan punggung FA secara berulang kali,” terang Kasat Reskrim.

Ia menambahkan, tidak sampai disitu, FA berusaha lagi untuk menyelamatkan diri dengan berlari kedalam Puskesmas, tapi RAP terus mengejar dan melakukan pemukulan lagi kepada FA didalam gedung Puskesmas.

"Saat RAP dilerai oleh para Staf Puskesmas dan pekerja bangunan Puskesmas yang pada saat itu sedang istirahat, maka baru RAP berhenti melakukan pemukulan terhadap FA," ujarnya.

Pada saat dilerai, FA menyampaikan pada RAP akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian, kemudian RAP mengancam FA, sebelum kamu melapor kamu sudah mati duluan.

"Atas kejadian tersebut FA merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Simeulue untuk di tindak lanjuti secara hukum,” tutup Kasat Reskrim Polres Simeulue, IPDA Muhammad Rizal. (H)

Berita Terkait