Sahabat Laut Fildtrib Ke Kawasan Ekowisata Mangrove dan Konservasi Penyu Aceh Jaya, Lepas 93 Tukik

  • Redaksi
  • 21 Desember 2019 - 21:00 WIB
Sahabat Laut Fildtrib Ke Kawasan Ekowisata Mangrove dan Konservasi Penyu Aceh Jaya, Lepas 93 Tukik
Sahabat Laut melakukan pelepasan sekitar 93 tukik (anak penyu) di kawasan konservasi penyu Aroen Meubanja, Aceh Jaya. Sabtu (21/12/2019). (Ist)

ACEH JAYA - Komunitas Sahabat Laut melakukan kunjungan (Fildtrib) ke kawasan ekowisata mangrove gampong Baro dan kawasan konservasi penyu Aroen Meubanja, sekaligus melakukan pelepasan sekitar 93 tukik (anak penyu), di Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (21/12/2019).

Koordinator Kegiatan Filtrip dan Edukasi, Afrizhal menjelaskan, bahwa kegiatan fildtrip tersebut digagas guna melakukan peningkatan kapasitas anggota komunitas dan mitranya, sekaligus melakukan kegiatan pendataan sampah yang menjadi agenda tahunan sahabat laut.

"Selama ini sahabat laut melakukan kegiatan pendataan sampah di Gampong Deudap Kemukiman Pulo Nasi, Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar sejak 2016 sampai dengan 2018," kata Afrizhal.

Setelah melakukan kunjungan ke kawasan ekowisata, tim sahabat laut melanjutkan perjalanan kembali di areal kawasan konservasi penyu Aroen Meubanja Panga Pasie, Aceh Jaya dan melakukan pelepasan sekitar 93 tukik (anak penyu).

"Kujungan ini dilakukan untuk melakukan kegiatan pelepasan penyu dan pembersihan pantai," tambah Afrizhal.

Pada kegiatan tersebut tim sahabat laut berkesempatan berdiskusi dan mendapatkan ilmu dari ketua kelompok Ekowisata Mangrove di Gampong Baro, Alhadi yang menjelaskan, bahwa kelompok mereka mulai berjalan sejak 2017 dimana pada saat itu program NGO sudah selesai di Aceh Jaya.

"Awal mula hal ini dilakukan adalah dari inisiatif masyarakat untuk melindungi sejuta pohon mangrove yang sudah pernah di tanam sehingga membuat dia dan beberpa teman lain tergerak untuk mengelolanya, kawasan mangrove di aceh jaya memiliki luasan 500 hektar dimana 300 hektar kawasan tersebut berada gampong baro," jelas Alhadi.

Sementara itu, dalam kunjungan ke areal kawasan konservasi penyu, Sahabat Laut berdiskusi dengan ketua kelompok Aroen Meubaja, Dedi yang menjelaskan, bahwa tukik tersebut didapatkan dari hasil monitoring yang dilakukan oleh kelompok aroen meubanja.

"Usia dari tukik tersebut sudah 3 hari," kata Dedi.

Pada kegiatan tersebut turut dihadir Jaringan KuALA, WWF indonesia Nort Sumatera, BEM Fakultas Agama Islam dan perewakilan mahasiswa lainnya. (q/cr)

Berita Terkait