SPBU Suak Puntong Diduga Nakal Beroperasi, Ini Kata Menejernya

  • Admin
  • 19 Mei 2020 - 22:10 WIB
SPBU Suak Puntong Diduga Nakal Beroperasi, Ini Kata Menejernya
SPBU Suak Puntong Diduga Nakal Beroperasi, Ini Kata Menejernya. (Ist)

NAGAN RAGA - Stasius Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) bernomor 24 236 487 berlokasi di Gampong Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya diduga nakal dalam beroperasi  dan izin Tera meter sudah kadaluarsa.

Pantauan wartawan media pemburunews.co dilokasi, Minggu tanggal 03 Mei 2020 lalu, berhasil mengumpulkan informasi dari salah seorang pengawasnya tentang izin Tera meter sudah kadaluarsa dan jual Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar kepada pemilik alat berat jenis Exavator (Beco) menggunakan jirigen rawan kebakaran.

Ketua LSM Sejalan dan Sehati (Sejati) Nagan Raya, Samsul Bahri mengatakan, terakait tera meter kadaluarsa dalam peraturan diduga sangat melanggar hukum, bahkan wajib dicabut izin operasionalnya, karena sangat berbahaya dan merugikan konsumen.

"Disamping itu juga kedapatan menjual BBM bersubsidi jenis Solar untuk alat berat jenis Exavator kepada salah seorang pengusaha perkebunan Kelapa Sawit oleh operator bertugas," kata Samsul.

Selanjutnya, Samsul menjelaskan, dugaan pelanggaran dilakukan oknum operator SPBU tersebut sangat fatal dan diduga telah melanggar peraturan Pertamina, sanksinya berat sampai pencabutan izin operasi SPBU.

"Tetapi kenapa tidak ada tindakan dari pihak-pihak terkait terhadap dugaan pelanggaran tersebut," tanyanya.

Kemudian menejer SPBU, Dian saat  dikonfirmasi awak media, Ia menjelaskan, pihaknya baru empat bulan bertugas di SPBU ini, dan ia juga mengatakan, suka wartawan kreatif dalam menulis berita, karena konfirmasi itu perlu pihaknya lebih suka diberitakan biar jelas.

"Menyangkut Tera meter, saya tera tiap pagi dan selalu saya laporkan ke Kepala Pertamina Provinsi Aceh bernama Unggul, karena yang Tim Tera dari Meulaboh, keluarganya sedang sakit di Banda Aceh. Terkait izin Tera meter masih dalam proses pengurusan," kata Dian, Selasa (19/05/2020)

Selanjutnya, terkait BBM bersubsidi jenis Solar dijual operator pompa kepada pemilik alat berat jenis Exavator dalam jirigen karet tersebut. Ia mengatakan, kalau tidak dikasih tidak enak karena orang Kampung,

"Beleh tanya orang kampung sini. Saya sudah pernah bilang gak mau jual minyak lagi, mau jual beras saja karena capek hadapi yang begini," imbuh Dian.

"Sebenarnya, saya lebih suka berteman, jangan ditantang saya dalam hal ini, sama wartawan, TNI/Polri dan Kopassus saya biasa berteman. Saya juga orang lapangan," terangnya. (Sofyan HS)

Berita Terkait