Tak Miliki Izin Resmi, Penambang Pasir Pantai Diamankan Polisi

  • Admin
  • 07 November 2020 - 12:30 WIB
Tak Miliki Izin Resmi, Penambang Pasir  Pantai Diamankan Polisi
Tak Miliki Izin Resmi, Penambang Pasir Pantai Diamankan Polisi. (Ist)

SIMEULUE - Untuk menjalankan propisi sebai Kontraktor atau rekanan dalam sebuah pekerjaan memang harus bertanggung jawab, semua itu ada prosudur prosudur yang harus di ikuti, ini yang terjadi pada salah seorang rekanan penambang pasir pantai, di Desa Langi Kecamatan Alafan Kabupaten Simeulue.

Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo S I K, melalui Kasat Reskrim, Ipda Muhamad Rizal mengatakan, pihaknya telah melakukan penangkapan satu (1) orang  yang diduga pelaku penambangan pasir pantai tanpa izin yang sah sebagaimana dimaksud dalam pasal 73 ayat (1) Undang undang nomor 1 tahun 2014.

"Di dalam perubahan atas undang undang nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir, pulau pulau kecil dan atau pasal 109 Jo pasal 36 ayat (1)  Undang Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan Lingkungan Hidup," kata Kasatreskrim, Sabtu (07/11/2020)

Menurut Kasat Reskrim, berdasarkan Laporan LP Nomor  LP.A/09/X/2019/Aceh/Res Simeulue, tanggal 08 Oktober 2019, yang tempat kejadian perkara ( TKP ), Desa Langi Kecamatan Alafan Kabupaten Simrulue.

"Dalam penangkapan pelaku Inisial R sudah kita amankan di Polres Simeulue pada hari Jum'at tanggal 30 oktober 2020 lalu dan di lakukan penahanan pada hari Sabtu tgl 31 Oktober 2020 di polres Simeulue," ujarnya.

Muhammad Rizal menjelaskan, kronologis pada tanggal 8 Oktober 2019 sekira pukul 10.00 Wib, ada warga yang tidak mau disebutkan namanya, mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Desa Langi dan diduga adanya kegiatan penambangan pasir pantai tanpa izin yang sah.

"Yang mana dari keterangan masyarakat bahwa pasir pantai tersebut atau biasa disebut quary pantai digunakan untuk penimbunan pembangunan jalan Desa Langi. Kemudian warga tersebut membuat Laporan Informasi dan akibat dari kejadian tersebut Negara dirugikan," terangnya.

"Barang bukti yang disita antara lain,
Satu (1) Unit Excavator warna Jingga
Dua (2) unit mobil Dum truck warna kuning, Dua (2) kantong pasir pantai atau quary yang telah disisihkan, dan sudah di tindak lanjuti, melakukan tahap ke dua (2) melimpahkan tersangka dan BB kena JPU," tutup Kasat Reskrim. (H)

Berita Terkait