Tak Kantongi Izin Resmi, GMBI: Rentenir Alias Lintah Darat Sudah Beranak Cucu di Simeulue

  • Admin
  • 19 September 2020 - 10:00 WIB
Tak Kantongi Izin Resmi, GMBI: Rentenir Alias Lintah Darat Sudah Beranak Cucu di Simeulue
Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Simeulue, Sarwadi. (Doc. Pemburunews.co)

SIMEULUE - Koperasi simpan pinjam (rentenir) yang tidak mengantongi izin yang resmi, semakin merajalela di Simeulue yang luput dari pantauan pemerintah daerah dan bebas beroperasi di Simeulue, hal ini sangat mencemaskan mengapa demikian di dalam negeri bersyari'at Islam, rentinir alias lintah darat masih leluasa mengembangkan sayapnya tampa teguran dari pihak manapun.

Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kabupaten Simeulue, Sarwadi mengatakan, dalam hal ini Dinas Disprindakkop Kabupaten Simeulue terutama Bidang Koperasi, seharusnya menindaklanjuti jangan sampai beranak cucu menjadi anak rentenir alias anak lintah darat yang sudah meraja lela di Semeulue.

"Untuk memutus mata rantai rentinir dimana peran satpol PP dan WH, seharusnya pihak yang terkait ini harus memantau apa yang terjadi sehari-hari di lingkungan kabupaten Simeulue, jangan mengabaikan aksi lintah darat yang semakin leluasa," kata Sarwadi, Sabtu (19/09/2020).

Ia menambahkan, seharusnya pihak Dinas Disprindagkop Kabupaten Simeulue terutama Bidang Koperasi, satpol PP dan WH jangan diam ditempat, harus turun kelapangan jangan hanya menunggu laporan dari masyarakat, apa yang sedang terjadi di Kabupaten Simeulue sekarang ini.

"Kami sangat kecewa kepada dinas terkait ini, karena cuma menunggu laporan dari masyarakat tapi tidak pernah turun kelapangan untuk memantau dan mengetahui kegiatan rentenir yang sudah merajalela padahal mereka tidak mempunyai izin resmi untuk beroperasi," ujarnya.

Dalam pantauan LSM GMBIDistrik Kabupaten Simeulue, dibeberapa titik dilapangan bahwa kantor mareka hanya sebatas rumah biasa yang tidak ada tanda-tanda bahwa itu kantor koperasi dan tidak memiliki papan pampet identitas nama koprasi tersebut.

Dia menambahkan, pihaknya telah mendatangi Dinas Disperindagkop Kabupaten Simeulue terutama Bidang Koperasi, untuk meminta data nama-nama koprasi yang aktif namun pihak dinas tidak memberikan data tersebut.

"Yang sangat mengheran ketika kami datang ke Dinas Disperindagkop, kami mempertanyakan mana nama-nama koperasi yang masih aktif disimeulue saat ini, eh malah jawabannya kami tidak bisa memberikannya karena harus dengan surat dari LSM GMBI yang resmi," jelasnya. (H)

Berita Terkait