Tiga Tahun Erly Hasyim-Afridawati Pimpin Simeulue, Ini Gambarannya

  • Admin
  • 20 Juli 2020 - 19:50 WIB
Tiga Tahun Erly Hasyim-Afridawati Pimpin Simeulue, Ini Gambarannya
Ketua Advokasi IPPELMAS Banda Aceh, Kutar Maulana. (Ist)

BANDA ACEH - Masa kepemimpinan Erly hasyim-Afridawati sebagai Bupati dan wakil Bupati Simeulue genap 3 tahun. mahasiswa pun angkat bicara dan memberikan sejumlah gambaran terkait implementasi janji pasangan dengan selogan SEJAHTERA itu semasa kampanye pada tahun 2017 silam.

Ketua advokasi IPPELMAS Banda Aceh, Kutar Maulana mengatakan, selama tiga tahun Pemerintahan Sejahtera masih seperti biasa saja belum nampak tanda-tanda sejahtera artinya belum memiliki progres yang cukup baik seperti visi-misi yang mereka jual pada pilkada tiga tahun silam. Terlebih dengan isu tidak harmonisnya ke dua pimpinan pemerintahan di kepulauan Atefulawan itu.

"Sudah tiga tahun roda kepemimpinan mereka, seharusnya memiliki progres yang baik bukan saling adu jotos antar kedua pimpinan dan ketidak harmonisasi antara Bupati dan Wakil Bupati ini sangat menyedihkan," kata Kutar Maulana kepada media ini, Senin (20/07/2020).

"Bagi mareka tidak ada masalah, tapi dampaknya kepada masyarakat, karena masyarakat sangat mengharapkan kepastian-kepastian pembangunan baik secara fisik maupun SDM nya. dengan harmonisnya pimpinan ini yang lebih baik," tambah Ketua advokasi IPPELMAS Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Kutar Maulana menyarankan, kepada pemimpin di Simeulue untuk dapat melibatkan semua pihak dalam memajukan daerah serta merujuk kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kemudian, soal janji pengelolaan PDKS yang terkait pemutusan kegiatan dengan pihak ke tiga yang menjadi program unggulan 100 hari kerja pasangan Sejahtera kala itu.

"Berdasarkan visi dan misi yang disampaikan oleh pasangan Sejahtera pada saat kampanye tahun 2017 silam itu, bahwa dalam kurun waktu 3 bulan 10 hari salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PDKS yang dikelola oleh pihak ketiga (PT Kasamaganda) akan kembali dikelola oleh pemerintah Simeulue, guna menyerap tenaga kerja serta mengurangi angka pengangguran di pulau yang kita cintai itu,"

Ia menambahkan, sejak menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati, janji tersebut sama sekali tidak terealisasi bahkan sudah lebih dari 100 hari kerja saat ini padahal PDKS itu sangat diharapkan oleh masyarakat Simeulue.

"Janji ini tidak lain hanyalah angin surga, yang setiap tahunnya di jual untuk masyarakat kita. padahal PDKS itu sangat diharapakan oleh masyarakat Simeulue untuk menjadi salah satu lapangan pekerjaan," tegasnya.

"Kami sangat berharap tahun ke-empat sejahtera dapat fokus dalam membenahi dan mewujudkan janji-janji kampanye yang tiga tahun silam itu, terutama pembangunan secara fisik kabupaten Simeulue serta penguatan ekonomi dan lapangan pekerjaan yang luas," harapnya. (km/hr)

 

Berita Terkait