× Redaksi Pedoman Media Siber Privacy Policy
Beranda daerah Untuk Kelancaran Kredit Usaha Produktif, Jafaruddin: Bank Aceh Syariah Butuh Figur Seperti Mr M

Untuk Kelancaran Kredit Usaha Produktif, Jafaruddin: Bank Aceh Syariah Butuh Figur Seperti Mr M

SHARE
Untuk Kelancaran Kredit Usaha Produktif, Jafaruddin: Bank Aceh Syariah Butuh Figur Seperti Mr M

Mantan Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Asosiasi Kontraktor Aceh (BPP-AKA), Jafaruddin Husin. (Ist)

BANDA ACEH - Untuk kelancaran Kredit Usaha Produktif, Bank Aceh Syariah sangat membutuhkan figur - figur seperti pengusaha, Makmur Budiman (Mr. M). Hal ini disampaikan mantan ketua umum Badan Pimpinan Pusat Asosiasi Kontraktor Aceh (BPP-AKA), Jafaruddin Husin kepada media ini, Senin (23/03/2020).

"Selama ini pihak Bank selalu mengincar pengusaha - pengusaha seperti Pak Makmur untuk pengambilan kredit produktif di Bank Nasional," kata Jafaruddin

Ia menambahkan, proses pembiayaan kredit untuk kalangan dunia usaha di Aceh, selama ini terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun, seiring dengan meningkat jumlah badan usaha yang tumbuh. Berbagai macam bentuk usaha di Aceh sangat membutuhkan dorongan dari lembaga keuangan, untuk mengembangkan unit usaha yang dijalankan oleh para pelaku.

“Bank Aceh Syariah memiliki standar baku yang telah di audit oleh pihak Bank Indonesia selaku pihak yang paling bertanggung jawab kepada lembaga keuangan di Indonesia," sebut Jafaruddin

Selain itu, ia menegaskan, Bank Aceh Syariah juga memiliki Asuransi sebagai jaminan kepada para Nasabah dalam melunasi Kredit kepada pihak Bank.

Jafaruddin juga menyampaikan beberapa poin penting terkait kredit Makmur Budiman yang juga Ketua Kadin Aceh itu. Yang pertama, kata dia, jumlah kredit bukan senilai Rp 108 milyar, yang benar Rp 83 milyar.

"Dan hal ini juga sudah disampaikan oleh pihak Bank Aceh sendiri," tambahnya.

Kedua, lanjut Jafaruddin, dalam proses penyaluran kredit, pihak Bank sudah melibatkan tim audit untuk menilai kemanpuan nasabah atau debitur dalam melunasi Kredit yang akan di salurkan.

"Dan yang ketiga, saudara Makmur Budiman adalah sosok pegusaha sukses yang bergerak dalam beberapa bidang usaha di Aceh maupun di tingkat Nasional, baik itu di bidang kontruksi, perkebunan, perdagangan dan pengolahan minyak kepala sawit CPO," ujarnya.

Jafaruddin melanjutkan, kesemuanya itu masuk dalam proses penilaian pihak Bank dan pihak Asuransi sebagai penjamin kredit. Asuransi sebagai penjamin nasabah yang mengambil kredit di Bank juga memiliki penilaian sendiri.

Ia menjelaskan, beberapa kriteria tersebut meliputi, norma - norma perkreditan yang sehat, wajar dan berlaku umum, kemudian, debitur pada saat melakukan kredit tidak sedang berada pada kondisi ekonomi yang goyah atau dalam proses kepailitan.

Keritaria selanjutnya, kata Jafaruddin, debitur tidak sedang memiliki tanggungan atau beban hutang yang didapat dari bank umum atau lembaga pembiayaan keuangan yang lain, dan debitur tersebut sudah memiliki izin usaha yang diakui secara hukum.

"Selain itu, proses kredit yang dilakukan sesuai dengan manual pemberian kredit yang sesuai SE Bank Indonesia dan Kredit tersebut dijamin 100% oleh asuransi serta jaminan lainya," jelasnya.

Jafaruddin menilai, keberhasilan Makmur Budiman dalam mengelola Perkebunan Kelapa Sawit di Aceh Tamiang, harus diapresiasiasi, karena berhasil mengembangkan lahan kelapa sawit di tengah deras persaingan dengan pengusaha - pengusaha dari luar.

“Ini harus kita apresiasi langkah Pak Makmur sebagai pengusaha lokal yang mampu bersaing dengan pengusaha dari luar Aceh," imbuhnya.

"Di Kabupaten Aceh Tamiang hampir 70% lahan sawit itu milik pengusaha dari luar Aceh, banyak lahan dengan status Hak Guna Usaha (HGU) dikuasai oleh pengusaha luar dan beliau (Mr. M) juga melakukan pembinaan kepada masyarakat setempat," pungkas Jafaruddin. (r)

VIDEO