Usaha Petelur Ayam Kampung, Pria Nagan Raya Dapat Untung Besar Ditengah Darurat Covid-19

  • Redaksi
  • 02 Agustus 2020 - 21:10 WIB
Usaha Petelur Ayam Kampung, Pria Nagan Raya Dapat Untung Besar Ditengah Darurat Covid-19
Baidil, warga Desa Krueng Ceh, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya. (Ist)

NAGAN RAYA - Pandemi covid-19 berdampak pada perekonomian Indonesia, banyak karyawan di Putus Hubungan Kerja (PHK), jumlah pengangguran bertambah sehingga angka kemiskinan meningkat. Namu, hal itu bukan menjadi alasan bagi seorang yang berjiwa pekerja keras untuk mengeluh dan tidak berbuat apa-apa.

Seperti halnya Baidil (31), warga Desa Krueng Ceh, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya  memilih untuk memanfaatkan Work From Home dengan beternak ayam Kampung petelur.

Dengan bermodalkan lahan seluas 2500 meter persegi, Baidil berinisiatif untuk berternak sebanyak 150 ekor Ayam Kampung petelur guna mengisi waktu luangnya selama dirumah aja.

Tak ada usaha yang menghianati hasil, tentu saja itu dirasakan oleh Baidil atas kerja kerasnya, yangmana kini dia memiliki omset 7,6 juta persekali panen dalam waktu enam bulan hanya dari penjualan 100 ekor ayam kampung.

“Hikmah dibalik lokcdown, selama lockdown tidak ada kerjaan plihara ayam, alhamdulillah berhasil sampai betelur,” ujar Baidil kepada media ini, Minggu (02/08/2020).

Belum lagi dari hasil penjualan telur ayam kampung yang mana hanya dari 50 ekor ayam petelur yang menghasilkan 30 butir setiap harinya, dia meraup keuntungan Rp. 1.750.000,-.

“Kalau telur masih jual di warung-warung terdekat saja,” sebutnya

Dia mengakui permintaan ayam dan telur kampung selama pandemi covid-19 membludak, bahkan ayam kampungnya sudah lebih dahulu diorder warga sekitar sebelum dijual kepasar.

“Dikampung saja masih kurang ayam, belum sempat bawa ke pasar sudah duluan habis dikampung,” kata Bradil.

Guna meningkatkan jangkauan dalam memasarkan ayam dan telur, Baidil berharap adanya andil pemerintah sehingga dengan meningkatkan penjualan tentu akan memberikan semangat kepada para peternak selaku pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ditengah pandemi covid-19.

“Harapan saya agar pemerintah dapat memasarkan telor dan ayam pedaging dan juga kalo bisa dapat membantu pakan ternak dan sejenis obat-obatan, sehingga pengelola lebih giat dan semangat lagi untuk melanjutkan peternakannya,” harapnya.

Hingga kini, Baidil masih bekeinginan untuk mengembangkan usaha ternaknya itu mengingat masih tersedianya lahan, namun masih terganjal dengan besaran modal yang harus dikeluarkan. (Sofyan HS)

Berita Terkait