Warga Transmigrasi Sp I Blang Rame Pertanyakan Keabsahan Tanah

  • Admin
  • 07 Juni 2020 - 21:50 WIB
Warga Transmigrasi Sp I Blang Rame Pertanyakan Keabsahan Tanah
Warga Transmigrasi Sp I Blang Rame Pertanyakan Keabsahan Tanah. (Ist)

ACEH JAYA - Warga kawasan pemukiman Transmigrasi Sp. I Dusun Blang Rame Desa Tuwi Kareung Kecamatan Pasie Raya Kabupaten Aceh Jaya jilid 2 era Tahun 2012 hingga saat ini butuh kejelasan status kepemilikan tanah diberikan kepada mereka.

Kawasan pemukiman tersebut terpencil jauh dari ibu kota Kabupaten serta sangat terbatas hak sebagai warga Negara dilindungi oleh Hukum berdasarkan Undang-undang Dasar (UUD) 1945 serta belum ter-akomodir sesuai Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Idrus Ahmad warga Desa Tuwi Kareung selaku penggagas masuknya warga Transmigrasi jilid 2 Kawasan Blang Rame mengatakan, status awal pemukiman Transmigrasi dijanjikan bagi warga yang mau berdomisili di eks Desa Blang Rame tersebut diberikan hak tanah areal bebas (tidak ada pemilik) seluas 20x50 meter.

"Saat saya menghubungi melalui via telepon, Keuchik Amir selaku diketahui pemegang kuasa tanah kawasan Transmigrasi Blang Rame untuk kejelasan kepemilikan tanah bagi warga ingin berdomisili, Keuchik Amir mengatakan, untuk status kepemilikan tanah setiap Kepala Keluarga (KK) diberikan seluas 20x30 meter dengan kepemilikan Surat Keterangan Tanah (SKT) dengan status hak guna, bukan kepemilikan sah," kata Idrus alias Pak Ben, Minggu (07/06/2020).

Ia menambahkan, status tanah dikawasan pemukiman Transmigrasi tersebut areal bebas dan kepemilikan eks warga Transmigrasi yang pindah dimasa konflik dahulu. Tanah bersertifikat kepemilikan masih dipegang oleh pemilik sah dan sebagian sudah dijual dan dikuasakan.

Selanjutnya, M. Nasir alias Ayah Muni warga Transmigrasi Sp. I Blang Rame mengeluhkan status kepemilikan tanah mereka tidak jelas untuk dikiliki, karena SKT tersebut.

"Jangankan untuk dilanjutkan kepemilikan sah, mendapatkan bantuan kesejahteraan sandang seperti bantuan rumah tidak diakui Negara sebagai salah satu syarat administrasi mendapatkan bantuan tersebut," keluhnya.

Ia menambahkan, kondisi rumah warga disini sangat memperihatinkan, semua ini berpengaruh terhadap status kepemilikan tanah hanya diiming-iming angin Syurga saja.

"Sampai saat ini sudah 7 tahum kami berdomisili status kepemilikan tanah untuk tapak rumah saja tidak jelas," tutup Ayah Muni. (Sofyan HS)

Berita Terkait